Sumbawanews.com,- Timnas Portugal tak tergoyahkan meski mendapat tekanan keras pasca hasil imbang 1-1 melawan Kongo dalam laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 di Jakarta. Bek kanan Diogo Dalot, salah satu pilar pertahanan tim, menegaskan bahwa skuad asuhan Roberto Martinez telah mempersiapkan diri secara mental jauh sebelum turnamen dimulai—terutama menghadapi arus kritik yang tak terhindarkan, terutama yang menyasar sang kapten, Cristiano Ronaldo.
“Kami sudah berbicara panjang lebar di ruang ganti, sebelum berangkat ke Piala Dunia, tentang apa yang akan kami hadapi,” ujar Dalot dalam wawancara eksklusif dengan ESPN. “Ketika Anda punya pemain seperti Cristiano, kritik itu bukan sekadar kemungkinan—itu sudah dihitung sebagai bagian dari perjalanan.”
Dalot menjelaskan, keberadaan Ronaldo—yang telah mengenakan jersey tim nasional selama lebih dari dua dekade—membuat tim harus lebih tahan banting terhadap tekanan publik. “Dia bukan hanya simbol, tapi guru. Pengalamannya menghadapi segala bentuk sorotan, baik positif maupun negatif, menjadi panduan bagi kami semua.”
Meski sejumlah suporter dan analis mempertanyakan performa tim yang terkesan kaku dan kurang mengancam, Dalot menilai banyak kritik yang muncul di media sosial justru dibesar-besarkan dan tidak adil. “Tidak semua yang dikatakan itu benar. Seringkali, itu hanya emosi sesaat. Tapi kami tidak membiarkan itu mengganggu fokus. Kami tahu ini akan terjadi. Kami tahu akan ada masa sulit. Dan kami siap.”
Laga berikutnya, Selasa mendatang, akan menjadi ujian nyata ketahanan mental Portugal saat menghadapi Uzbekistan. Dalot yakin, Ronaldo—yang masih menjadi ujung tombak meski usianya kini menginjak 41 tahun—akan bangkit. “Cristiano punya cara sendiri untuk menjawab semua keraguan. Dia tidak perlu bicara banyak. Dia bicara lewat permainan. Dan kami percaya, dia akan melakukannya lagi.”
Dengan kepercayaan yang teguh dan solidaritas yang teruji, Portugal tak hanya berusaha mengejar poin—mereka berjuang untuk membuktikan bahwa ketangguhan sejati bukan hanya soal teknik, tapi juga mental. Dan di balik semua kritik, tim ini yakin: mereka bukan tim yang goyah. Mereka adalah tim yang sudah siap.















