Sumbawanews.com,- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengutuk tindakan Israel terhadap Hamas di Gaza, menyebutnya sebagai terorisme negara, dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis NDTV di New Delhi, India, pada Ahad, 13 September 2026. Anwar, yang berada di kota itu untuk menghadiri KTT ke-18 BRICS, menekankan bahwa penjajahan Palestina telah berlangsung selama tujuh dekade, jauh lebih lama dari keberadaan Hamas yang baru dua puluh tahun. Ia membandingkan penderitaan rakyat Palestina dengan pengalaman sejarah Malaysia dan India dalam menghadapi kolonialisme, dan menolak memaafkan apa yang disebutnya sebagai pendudukan ilegal atas tanah Palestina.
Namun, ketika ditanya secara spesifik apakah ia akan mengklasifikasikan serangan di Pahalgam, Kashmir, yang terjadi tahun lalu sebagai tindakan teror yang disponsori Pakistan, Anwar menolak menjawab. Ia menyatakan hubungan dekatnya dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, sekaligus menegaskan bahwa Malaysia tetap menjaga hubungan dengan Pakistan. Dengan tegas, ia menghindari menyebut Pakistan sebagai negara yang mendukung terorisme terhadap India.















