Sumbawanews.com,- Laga sengit antara Persija Jakarta dan Persib Bandung berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 15.30 WIB, dalam pekan kedua Super League 2026-2027. Meski pertandingan resmi diizinkan berlangsung dengan kehadiran penonton tuan rumah, pihak kepolisian tetap melarang pendukung Persib Bandung (Bobotoh) hadir di stadion demi menjaga keamanan dan mencegah potensi konflik.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada kepolisian atas izin penyelenggaraan laga di SUGBK, menilai ini sebagai momentum penting bagi kelancaran musim kompetisi. “Ini apresiasi yang tak terhingga bagi kami kepada pihak kepolisian atas kepercayaan terselenggaranya pertandingan ini dengan penonton dan di Jakarta,” ujarnya dalam konferensi pers pada Kamis, 10 September 2026. Yunus menekankan, rivalitas kedua tim harus tetap terbatas pada 90 menit di atas lapangan, dan keputusan melarang Bobotoh hadir diambil untuk menghindari eksploitasi oleh oknum yang ingin memanfaatkan momen perdamaian sebagai alat provokasi.
PSSI juga menegaskan bahwa menjaga stabilitas di awal musim adalah prioritas utama, agar tidak memicu sanksi atau pembatasan pada laga-laga berikutnya, termasuk derbi regional lain seperti Persebaya vs Arema atau PSIM vs PSS Sleman. “Kami tidak mau di liga kedua ini mencederai, kemudian yang akan mengakibatkan pertandingan-pertandingan di waktu-waktu yang akan datang juga akhirnya menjadi halangan,” tegas Yunus.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memprediksi laga ini akan membara sejak menit pertama, mengingat ambisi besar kedua klub: Persib yang bertekad mempertahankan gelar juara, dan Persija yang berjuang merebut tahta di musim ini. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dikonfirmasi akan menyaksikan laga secara langsung, menandakan tingginya perhatian pemerintah terhadap keamanan dan kelancaran kompetisi. Sementara itu, catatan historis tetap menjadi beban psikologis bagi Persib: sejak 1995, tim asal Bandung belum pernah menang atas Persija di SUGBK.
Dengan izin resmi dari kepolisian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, laga ini menjadi ujian besar bagi manajemen sepak bola Indonesia dalam menyeimbangkan gengsi olahraga, keamanan publik, dan semangat persatuan.















