Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam memberlakukan tarif 50 persen terhadap mobil, truk, dan suku cadang kendaraan buatan Kanada mulai 1 Januari 2027, menyusul kegagalan perundingan perdagangan antara Washington dan Ottawa. Ekonom peraih Nobel 2008, Paul Krugman, memperingatkan bahwa strategi ini berisiko memicu bumerang bagi ekonomi AS sendiri, mengingat keterintegrasi mendalam antara kedua perekonomian selama puluhan tahun. Kanada, yang mengirimkan 70 persen ekspornya ke AS, memang lebih rentan secara agregat, tetapi Krugman menekankan bahwa ketergantungan AS pada impor otomotif dan bahan baku dari Kanada—termasuk baja, aluminium, dan minyak—juga membuka celah kerugian besar bagi konsumen dan industri dalam negeri. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menolak tekanan AS, menegaskan bahwa Ottawa tidak akan menerima negosiasi yang memperlakukan negaranya sebagai anak perusahaan Amerika Serikat, sementara pemerintah Kanada berencana mengumumkan balasan tarif “dolar demi dolar” pada 8 September 2026.















