Sumbawanews.com,- Tim Satgas Damai Cartenz berhasil menangkap EK (18), seorang pelaku utama dalam serangan terhadap pesawat sipil di Papua, yang diduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap VIII Intan Jaya pimpinan Apen Kobogau. Penangkapan dilakukan di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 09.30 WIT, saat personel melakukan patroli kaki di area pemukiman warga.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa EK ditangkap tanpa perlawanan setelah identitasnya dikonfirmasi melalui pengintaian dan informasi intelijen. Saat ditangkap, petugas menyita sejumlah barang bukti, termasuk dokumen yang diduga terkait struktur organisasi KKB, uang tunai, dan dua ponsel pintar yang kini sedang dianalisis secara forensik untuk mengungkap jaringan dan rencana serangan lebih luas.
Penembakan pesawat yang menjadi fokus penyelidikan terjadi beberapa pekan lalu di wilayah udara Intan Jaya, menewaskan seorang awak pesawat dan melukai tiga penumpang. Insiden itu memicu respons massif dari Satgas Damai Cartenz, yang memperkuat operasi intelijen dan patroli di kawasan terpencil. EK diduga menjadi salah satu penembak utama dalam serangan tersebut, berdasarkan rekaman kamera keamanan dan kesaksian saksi mata yang telah diverifikasi.
Proses hukum terhadap EK kini berjalan sesuai prosedur, dengan penahanan di fasilitas aman di Timika. Pihak keamanan belum mengungkap apakah tersangka memiliki keterkaitan langsung dengan pemimpin KKB Apen Kobogau, namun pemeriksaan mendalam terhadap ponsel dan dokumen yang disita tengah dilakukan untuk mengungkap rantai komando dan rencana serangan berikutnya.
Penangkapan ini menjadi salah satu terobosan signifikan dalam upaya menekan aktivitas KKB di Papua Tengah, yang belakangan semakin agresif dengan serangan terhadap infrastruktur sipil dan warga non-kombatan. Pemerintah menegaskan bahwa operasi militer dan polisi tetap berjalan dengan prinsip hukum dan perlindungan hak asasi manusia, meski menghadapi ancaman teroris bersenjata yang terus bersembunyi di hutan dan pegunungan.
Satgas Damai Cartenz menyatakan bahwa penangkapan EK bukan akhir, melainkan awal dari pendalaman jaringan yang lebih luas. Operasi intelijen masih terus berjalan di sejumlah distrik rawan, dengan fokus pada pengungkapan senjata, logistik, dan sumber pendanaan kelompok bersenjata tersebut.















