Sumbawanews.com,- Pemerintah memastikan patung Jenderal Besar Sudirman di Lapangan Banteng, Jakarta, tidak akan dipindahkan. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung usai rapat koordinasi terbatas di Istana Negara, Senin (14/8/2023), menanggapi spekulasi yang berkembang di publik terkait rencana relocasi monumen ikonik tersebut.
Pramono menegaskan, keputusan untuk mempertahankan posisi patung tersebut telah diambil setelah mempertimbangkan nilai sejarah, simbolik, dan emosional yang melekat pada lokasi saat ini. “Patung Jenderal Sudirman bukan sekadar benda seni. Ia adalah simbol perjuangan, keteguhan, dan kebanggaan bangsa. Pindahkan? Tidak ada rencana itu,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sejumlah pihak memang pernah mengusulkan pemindahan patung demi memperluas ruang publik atau merestrukturisasi tata kota, namun semua usulan itu akhirnya ditiadakan setelah melihat respons luas dari masyarakat, veteran, serta kalangan sejarawan. “Kami mendengar suara rakyat. Dan suara itu jelas: biarkan Sudirman tetap berdiri di tempatnya, sebagai pengingat bahwa kemerdekaan dibayar dengan darah dan pengorbanan,” ujar Pramono.
Patung setinggi 7,5 meter itu, yang didirikan pada 1970 dan menjadi ikon pusat kota Jakarta, telah menjadi lokasi ziarah rutin bagi pelajar, keluarga veteran, hingga pejabat negara yang ingin mengenang jasa pahlawan nasional. Pemerintah juga menegaskan bahwa tidak ada rencana perubahan desain, penambahan ornamen, atau pembongkaran sementara yang akan mengganggu integritas monumen tersebut.
Dalam kesempatan itu, Pramono menambahkan, pemerintah justru berencana memperkuat pengelolaan kawasan sekitar Lapangan Banteng, termasuk penataan taman, peningkatan aksesibilitas, dan revitalisasi fasilitas pendukung, tanpa menyentuh posisi patung. “Kita ingin ruang ini tetap hidup, bukan menjadi museum statis. Tapi jangan salah — Sudirman tidak akan digeser,” pungkasnya.















