Sumbawanews.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur Mimika Sport Complex pada Selasa (15/9), puluhan pemain muda dari Papua Football Academy (PFA) tetap berlatih dengan semangat tak terbendung. Dibina langsung oleh Pelatih Kepala Ardiles Rumbiak dan Direktur Wolfgang Pikal, para pemain U-13 hingga U-15 yang berasal dari berbagai penjuru Papua—dari pegunungan hingga pesisir—tidak hanya dilatih teknik sepak bola, tetapi juga dibentuk karakternya sehari-hari. Berdiri sejak Agustus 2022 dan diinisiasi PT Freeport Indonesia, PFA menegaskan filosofi utamanya: bukan sepak bola untuk membentuk karakter, melainkan karakter yang membentuk pemain hebat.
Ardiles menekankan, prioritas utama PFA adalah membangun pola pikir dan kebiasaan positif sebelum mengasah tendangan atau kecepatan. “Karena kalau manusianya pola pikirnya baik, terus karakternya kebiasaan kecil setiap hari dibangun dengan baik, otomatis sepak bola itu akan lebih baik,” ujarnya. Di luar lapangan, para siswa mengikuti kelas bahasa Inggris, komputer, dan matematika—persiapan jika suatu hari mereka tidak menjadi pemain profesional. Keberanian dan kepercayaan diri juga menjadi fokus utama, terutama bagi anak-anak yang jarang keluar dari zona nyaman. Mereka diajarkan berbicara di depan umum, bersosialisasi, dan berani melangkah jauh dari rumah.
Hasilnya mulai terlihat. Tiga pemain PFA—Alfa Christiano Sawaki dari Nabire, Daniel Febrianto dari Merauke, dan Dicky Carthensz Marani dari Jayapura—telah dipilih mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16 di Solo, dari 12 September hingga 11 Oktober 2026. “Kita bersyukur sudah ada yang masuk tim nasional usia muda. Artinya kita berlari, bukan berjalan santai,” kata Ardiles. Dalam empat tahun berjalan, PFA telah membawa perubahan nyata, baik di dalam maupun luar lapangan, termasuk melalui berbagai program pelatihan dalam dan luar negeri yang mempercepat perkembangan para pemain ke level tertinggi.














