Home Berita Nasional Palu Diguncang Gempa 6,7 M, Tak Berpotensi Tsunami

Palu Diguncang Gempa 6,7 M, Tak Berpotensi Tsunami

Sumbawanews.com,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27 WIB. Episentrum gempa berlokasi di darat, tepatnya 42 kilometer tenggara Palu, pada koordinat 1,13 derajat Lintang Selatan dan 120,23 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman hanya 10 kilometer.

Guncangan kuat yang dirasakan hingga pusat kota itu tergolong dangkal dan terjadi akibat aktivitas sesar lokal, bukan pergerakan lempeng laut. BMKG menegaskan, berdasarkan pemodelan matematis, gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami. Namun, selang tiga menit setelah gempa utama, United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa susulan berkekuatan 5,2 magnitudo di lokasi serupa, dengan kedalaman yang sama.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mengenai kerusakan infrastruktur atau korban jiwa. Namun, sejumlah warga melaporkan kepanikan di sejumlah lokasi, termasuk di rumah sakit, di mana pasien dan petugas berhamburan keluar bangunan akibat guncangan yang terasa lama dan intens.

Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan, serta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Wilayah Palu dan sekitarnya dikenal sebagai zona seismik aktif, terutama karena keberadaan Sesar Palu-Koro yang menjadi sumber utama aktivitas gempa di wilayah ini.

BMKG terus memantau perkembangan seismik secara real-time dan mengimbau warga untuk memperbarui informasi melalui saluran resmi, termasuk aplikasi BMKG dan media sosial resmi lembaga. Pemantauan juga dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan respons cepat jika terjadi dampak lanjutan.

Sebelumnya, pada 2018, Palu pernah dilanda gempa dahsyat magnitudo 7,4 yang memicu tsunami dan likuefaksi, menewaskan lebih dari 4.300 orang. Kini, sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat telah diperkuat, meski risiko tetap menjadi tantangan berkelanjutan di kawasan ini.

Previous articleRevisi Aturan untuk Perluas Program 3 Juta Rumah
Next articleB-52 Jatuh Sesaat Setelah Lepas Landas, Delapan Awak Tewas
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.