Sumbawanews.com,- Sebuah pesawat pengebom strategis B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat hancur dalam kecelakaan maut sesaat setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Edwards, California, Senin pagi waktu setempat. Seluruh delapan awak yang berada di dalam pesawat dilaporkan tewas seketika, tanpa ada yang selamat.
Kejadian yang terjadi dalam hitungan detik itu memicu kebakaran besar di lokasi kejadian, dengan puing-puing pesawat tersebar dalam radius ratusan meter. Tim darurat segera dikerahkan ke lokasi, namun kondisi kebakaran yang tak terkendali dan kerusakan struktural yang parah membuat upaya penyelamatan mustahil dilakukan.
B-52, yang telah menjadi tulang punggung kekuatan udara AS selama lebih dari enam dekade, dikenal karena ketahanannya dan rekam jejak operasional yang panjang. Pesawat ini biasanya digunakan untuk misi jarak jauh, termasuk peluncuran senjata nuklir dan konvensional. Namun, kecelakaan seperti ini sangat jarang terjadi—terakhir kali insiden serupa melibatkan B-52 terjadi lebih dari 20 tahun lalu.
Pihak Angkatan Udara AS belum mengumumkan penyebab pasti kecelakaan, tetapi sumber militer mengatakan pesawat mengalami gangguan teknis mendadak dalam fase awal lepas landas. Investigasi resmi sedang berlangsung, dengan tim ahli dari Air Force Material Command dan National Transportation Safety Board (NTSB) telah diterjunkan ke lokasi.
Keluarga awak yang tewas—semuanya perwira berpengalaman dengan masa dinas rata-rata lebih dari 15 tahun—sedang diberikan dukungan psikologis dan administratif oleh komando militer. Nama-nama korban belum dirilis secara resmi, namun pihak militer berjanji akan mengumumkannya setelah keluarga diberi pemberitahuan pribadi.
Insiden ini menjadi duka mendalam bagi jajaran militer AS, sekaligus mengingatkan betapa rentannya operasi udara berisiko tinggi, bahkan ketika dilakukan di pangkalan yang dianggap aman. B-52, meski tua, tetap menjadi simbol kekuatan udara Amerika—dan kehilangan delapan nyawa dalam satu kejadian mempertanyakan kembali standar keselamatan dalam pemeliharaan pesawat-pesawat legendaris yang masih aktif bertugas.



















