Sumbawanews.com,- Tel Aviv – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mengakui kesulitannya dalam memengaruhi sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait isu Iran. Menurut laporan dari stasiun televisi Israel, Channel 13, Netanyahu menyampaikan kekhawatirannya dalam diskusi tertutup pemerintah mengenai kesepakatan AS-Iran yang sedang berkembang.
Laporan tersebut mengutip sumber politik anonim yang menyatakan bahwa Netanyahu mengakui Israel saat ini tidak memiliki ruang untuk bermanuver dalam memengaruhi keputusan Trump. Hal ini muncul ketika negosiasi antara Washington dan Teheran semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Lembaga-lembaga keamanan Israel tetap berada dalam status siaga tinggi karena kekhawatiran bahwa kesepakatan tersebut dapat memberikan perlindungan politik kepada Iran, mengurangi tekanan ekonomi, serta membiarkan infrastruktur nuklir dan jaringan proksinya tetap utuh.
Upaya diplomatik Israel di Washington dipimpin oleh mantan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, sementara AS melanjutkan negosiasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Stasiun televisi tersebut juga mengutip sumber Israel yang mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei adalah satu-satunya figur yang mampu menggagalkan kesepakatan.
Sebelumnya, lembaga penyiaran publik Israel KAN melaporkan bahwa Netanyahu telah berbicara melalui telepon dengan Trump. Dalam percakapan itu, Netanyahu menyampaikan kekhawatirannya mengenai penundaan pembahasan isu nuklir Iran serta dimasukkannya gencatan senjata Lebanon dalam kesepakatan yang sedang dirundingkan.
Trump pada Sabtu (23/5) mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang sebagian besar telah dinegosiasikan dan kini tinggal menunggu finalisasi. Terobosan tersebut terjadi setelah kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir ke Teheran, yang merupakan kunjungan keduanya dalam beberapa pekan terakhir.















