Sumbawanews.com,- Pelatih Jose Mourinho kembali ke Santiago Bernabéu dengan misi jelas: mengembalikan kebahagiaan para pemain Real Madrid sebagai fondasi meraih kejayaan. Dua musim berturut-turut tanpa gelar—baik di La Liga maupun Liga Champions—menjadikan kebangkitan tim asal ibu kota Spanyol itu sebagai tantangan besar. Setelah pergantian pelatih dari Xabi Alonso ke Álvaro Arbeloa yang tak membuahkan hasil, kehadiran Mourinho dianggap sebagai titik balik. Ia menegaskan, rasa frustrasi pemain yang tidak bermain lebih berasal dari diri mereka sendiri, bukan keputusan teknisnya, dan membangun mentalitas kuat adalah kunci jangka panjang.
Tiga laga perdana La Liga usai kedatangan Mourinho berakhir dengan kemenangan penuh. Meski menang tipis 2-1 atas Espanyol di laga pembuka, Real Madrid langsung menunjukkan kembalinya keganasan serangan dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Real Sociedad dan 4-0 atas Málaga di kandang sendiri. Kylian Mbappé menjadi ujung tombak yang memicu ledakan gol, namun Mourinho menekankan bahwa hasil ini baru awal dari perjalanan panjang. Sebelumnya, ruang ganti Madrid sempat kacau, dengan laporan konflik antara Federico Valverde dan Aurélien Tchouameni, namun suasana kini berangsur membaik di bawah kendali sang pelatih asal Portugal.
Mourinho, yang kini berusia 63 tahun, tidak menyangkal bahwa masa sulit pasti akan datang lagi—cedera pemain kunci, kritik tajam, bahkan kekalahan tak terhindarkan. Namun ia menekankan bahwa tim yang sedang dibangunnya harus tetap seimbang dan tidak tergoyahkan oleh dinamika alamiah sepak bola. “Saat itulah kita harus mengerahkan kekuatan penuh dari tim yang sedang kita bangun ini,” ujarnya. Baginya, keberhasilan bukan sekadar menang, tapi membangun ketahanan mental yang membuat tim tetap utuh di tengah badai.















