Sumbawanews.com,- Para anggota parlemen Bangladesh memilih Mirza Fakhrul Islam Alamgir sebagai presiden ke-23 negara itu pada Kamis malam, 20 Agustus 2026. Kandidat dari partai berkuasa Bangladesh Nationalist Party (BNP) itu meraih 255 suara dari total 349 suara yang diberikan, mengalahkan Oli Ahmed, mantan kolonel angkatan darat dari aliansi Bangladesh Jamaat-e-Islami, yang mendapat 88 suara. Pemilihan ini merupakan yang pertama dalam 35 tahun melibatkan lebih dari satu kandidat, setelah partai oposisi sebelumnya tidak pernah menantang pemerintah. Presiden Bangladesh secara konstitusional adalah kepala negara, meski perannya bersifat seremonial.
Pemilihan ini berlangsung setelah pemerintahan sementara pimpinan Muhammad Yunus melarang Awami League, partai mantan presiden Sheikh Hasina, untuk berpartisipasi. Sebelumnya, Tarique Rahman dari BNP telah dilantik sebagai perdana menteri baru Bangladesh pada Februari 2026, menandai perubahan besar dalam kekuasaan politik negara itu.















