Home Serba Serbi Tekno Meta Siap Luncurkan Liontin AI dan Empat Model Kacamata Pintar

Meta Siap Luncurkan Liontin AI dan Empat Model Kacamata Pintar

Sumbawanews.com,- Jakarta – Meta tengah memperluas jangkauan kecerdasan buatannya dengan mengembangkan perangkat wearable baru: liontin AI dan empat model kacamata pintar yang rencananya akan dirilis sebelum akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membawa AI keluar dari layar ponsel dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari pengguna.

Mengutip laporan dari The Information, perusahaan induk Facebook dan Instagram itu sedang menguji coba perangkat berbentuk liontin yang dikembangkan setelah mengakuisisi startup Limitless pada 2025. Perangkat ini, yang sebelumnya dikenal sebagai Pendant, adalah mikrofon Bluetooth yang mampu merekam percakapan sekitar, menghasilkan transkrip otomatis, ringkasan cerdas, hingga database percakapan yang bisa dicari kembali. Meta berencana menguji perangkat ini dalam 12 bulan ke depan sebagai langkah awal menuju visi “superintelligence pribadi” yang diungkapkan oleh CEO Limitless, Dan Siroker.

Di sisi lain, Meta juga bersiap meluncurkan empat varian kacamata pintar baru. Berdasarkan kode nama yang beredar, salah satu model bernama “Modelo” diprediksi akan tampil pertama kali pada Juni 2026, diikuti oleh “Luna” dan “RBM2 Refresh” di musim gugur. Model terakhir, “Mojito VIP”, direncanakan rilis pada Desember. “RBM2 Refresh” diyakini merupakan penyegaran dari Ray-Ban Meta, sementara “Artemis” dan “SSG” (supersensing glasses) masih dalam tahap pengujian lebih awal.

Untuk mendukung ekosistem ini, Meta juga sedang mengembangkan agen AI bernama “Hatch” yang dirancang untuk berinteraksi secara proaktif dengan pengguna melalui perangkat wearable. Selain itu, perusahaan menyiapkan layanan bisnis “Wearables for Work” yang ditujukan untuk perusahaan yang ingin memanfaatkan teknologi ini dalam operasional harian—mulai dari catatan rapat otomatis hingga asisten virtual yang selalu menyertai karyawan.

Langkah ini sejalan dengan upaya Meta untuk memperkuat model pendapatan berlangganan. Baru-baru ini, perusahaan telah meluncurkan paket berbayar “Plus” untuk WhatsApp, Instagram, dan Facebook, dengan harga masing-masing USD 2,99 dan USD 3,99 per bulan. Paket ini, yang masih diuji coba di AS, menawarkan fitur eksklusif seperti statistik penonton, tema khusus, dan opsi kustomisasi lanjutan. Meta One, platform terpadu yang menggabungkan layanan konsumen, AI, dan akun kreator, menjadi wadah utama untuk memperluas model bisnis ini.

Namun, ambisi Meta tidak lepas dari tantangan besar: privasi dan batas kenyamanan pengguna. Perangkat yang mampu merekam suara secara terus-menerus menimbulkan pertanyaan serius tentang pengawasan, keamanan data, dan potensi penyalahgunaan. Meski belum mengonfirmasi secara resmi, arah pengembangan Meta jelas: menjadikan AI bukan sekadar alat, tapi teman yang selalu hadir—dengan harga yang mungkin tidak hanya berupa uang, tapi juga kepercayaan.

Dengan Reality Labs yang masih menanggung kerugian besar, perusahaan kini berharap bahwa wearable AI—baik liontin maupun kacamata—akan menjadi pemicu transformasi besar berikutnya, sekaligus jembatan menuju masa depan di mana teknologi tidak lagi dilihat sebagai perangkat, melainkan perpanjangan dari diri manusia.

Previous articleRyzen 7 7700X3D dan 5800X3D Kembali, Harga Terjangkau untuk Gamers
Next articleHarga Emas Antam Stagnan di Rp2,799.000 per Gram
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik