Sumbawanews.com,- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, memperingatkan bahwa akar terdalam korupsi di tubuh birokrasi bukan terletak pada lemahnya regulasi, melainkan pada mentalitas aparatur sipil negara (ASN) yang masih menganggap jabatan sebagai alat untuk memperoleh keuntungan pribadi. Dalam peluncuran Nasional E-Learning ASN Berintegritas di Jakarta, Rabu (17/6/2026), Setyo menegaskan bahwa perubahan sistem dan teknologi pelayanan publik akan sia-sia jika tidak diikuti transformasi sikap dan nilai dalam diri pegawai negeri.
“Kalau sumber daya manusianya tidak berubah attitude-nya, maka integritas nggak akan tercapai,” tegasnya. Menurut Setyo, meski pemerintah telah memperbaiki aturan, membangun sistem digital, dan menyederhanakan prosedur, upaya itu akan terhambat jika masih ada prinsip “jabatan basah” dan “jabatan kering” yang mengakar di kalangan ASN. Istilah-istilah ini, kata dia, mencerminkan pandangan bahwa posisi tertentu dianggap menguntungkan karena mudah diakses untuk korupsi, sementara yang lain dianggap tidak bernilai ekonomi.
Ia menggambarkan, sebagian ASN bahkan menganggap integritas sebagai hambatan karier. “Ada pameo yang beredar: ‘Ah, kamu belum jabat situ aja, karena kamu belum dikasih aja, kamu belum dipercaya aja,’” ujar Setyo, menyindir sikap yang menganggap korupsi sebagai bagian tak terhindarkan dari proses naik pangkat.
Setyo menekankan bahwa birokrasi yang bersih bukan hanya soal hukuman atau pengawasan ketat, tapi soal budaya kerja yang menghargai pelayanan publik sebagai amanah, bukan kesempatan untuk mengeksploitasi kekuasaan. Ia menyerukan pendidikan integritas yang berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan formal, melainkan upaya merubah cara berpikir generasi ASN yang baru maupun yang sudah berpengalaman.
Dengan peluncuran e-learning ini, KPK berharap dapat menjadi titik balik dalam membentuk aparatur yang tidak hanya patuh pada aturan, tapi juga memiliki hati nurani yang kuat terhadap keadilan dan kepentingan rakyat. “Sistem bisa diperbaiki, tapi kalau hatinya masih korup, semua akan kembali ke titik awal,” pungkasnya.















