Home Berita Nasional MBG Jadi Jebakan Korupsi, Tiga Pimpinan BGN Ditahan

MBG Jadi Jebakan Korupsi, Tiga Pimpinan BGN Ditahan

Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung mengungkap skema korupsi sistematik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan tiga pejabat kunci Badan Gizi Nasional (BGN): mantan kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, dan Kepala Subdirektorat Pengadaan Sony Sonjaya. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Rutan Salemba usai pemeriksaan intensif di Gedung Kejagung, Jakarta.

Program MBG, yang digadang-gadang sebagai inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto, dialokasikan anggaran kolosal: Rp85,2 triliun pada 2025 dan Rp268 triliun pada 2026, bersumber dari APBN. Namun, dana sebesar itu justru disalahgunakan melalui manipulasi struktur pengelolaan. Menurut Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, seharusnya program ini dikelola oleh yayasan-yayasan sekolah yang independen dan memenuhi syarat. Faktanya, yayasan-yayasan yang ditunjuk justru dimiliki atau dikendalikan oleh keluarga dekat para tersangka — saudara Dadan, Sony, dan Lodewyk — yang sengaja dipilih untuk menghindari pengawasan.

“Yayasan-yayasan ini bukan mitra yang kompeten, tapi sarana kejahatan,” tegas Syarief. Mereka diberi insentif miliaran rupiah per hari, dengan proses verifikasi di portal mitra BGN sengaja dimanipulasi atas atensi langsung dari ketiga pejabat tersebut.

Tidak hanya dalam penunjukan mitra, korupsi merambah ke pengadaan barang dan jasa. Ketiganya diduga melakukan intervensi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK), sehingga kebutuhan riil di lapangan diabaikan dan harga barang sengaja dimark-up. Beberapa proyek mencurigakan yang terungkap antara lain: pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp1 triliun, 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai spesifikasi teknis, 31.000 tablet dengan spesifikasi tidak sesuai kebutuhan, dan 5.400 unit televisi 75 inci yang jelas berlebihan untuk kebutuhan dapur MBG.

“Semua pengadaan ini tidak berdasarkan kebutuhan nyata, tapi dirancang untuk memperbesar keuntungan pribadi,” ujar Syarief. Kerugian negara akibat penyimpangan ini diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah, meski perhitungan akhir masih dalam proses audit mendalam.

Kasus ini menjadi sorotan nasional bukan hanya karena besarnya anggaran yang disalahgunakan, tetapi juga karena MBG adalah program yang secara publik dianggap sebagai upaya serius pemerintah untuk memperbaiki gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Kini, kepercayaan publik terhadap program-program sosial pemerintah kembali diuji — dan tiga pejabat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan keadilan distribusi pangan justru menjadi pelaku utama dalam pencurian dana rakyat.

Kejagung menyatakan bahwa penyidikan masih berlanjut, dengan kemungkinan penambahan tersangka dan pengembangan kasus ke pihak-pihak yang terlibat dalam aliran dana dan pengadaan. Sementara itu, Dadan, Lodewyk, dan Sony kini menanti proses hukum di balik jeruji besi, sambil menjadi simbol paling nyata dari kegagalan sistem pengawasan dalam program bernilai triliunan.

Previous articleKSP Minta Anggaran Terpisah dari Kemensetneg
Next articleNvidia Luncurkan ‘AI PC’ Nyata yang Goyang Pasar
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik