Home Berita Nasional Massa Bertahan di Depan DPR Malam Hari

Massa Bertahan di Depan DPR Malam Hari

Sumbawanews.com,- Jakarta – Meski malam telah tiba, ratusan massa tetap berdiri tegak di depan Kompleks DPR/MPR, Jakarta Pusat, menunggu hasil audiensi tertutup antara perwakilan mahasiswa dan pimpinan lembaga legislatif. Suasana tetap tertib, dipenuhi nyanyian lagu kebangsaan dan orasi-orasi yang mengalir tanpa kekerasan, menunjukkan disiplin yang jarang ditemukan dalam aksi serupa.

Pantauan di lokasi, Jumat (19/6/2026) pukul 18.25 WIB, massa berkumpul mengelilingi mobil komando di gerbang utama. Beberapa perwakilan bergantian menyampaikan tuntutan mereka—mulai dari penolakan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat hingga desakan agar DPR lebih responsif terhadap aspirasi generasi muda. Di tengah gelap yang perlahan menyelimuti jalanan, nyanyian “Tanah Airku” dan “Indonesia Raya” menggema, menjadi simbol kesatuan dan keteguhan hati.

Sementara itu, di dalam Gedung Nusantara II, Ruang Abdul Moeis, sejumlah pimpinan DPR menerima delegasi dari Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Audiensi berlangsung tertutup, tanpa informasi resmi yang dikeluarkan hingga berita ini diturunkan. Namun, kehadiran perwakilan dari tiga kampus besar menunjukkan bahwa aksi ini bukan sekadar protes spontan, melainkan gerakan terorganisasi dengan tuntutan yang jelas dan terukur.

Di luar gedung, aparat keamanan tampak berjaga di jarak aman, tidak menghalangi maupun mengganggu jalannya aksi. Tidak ada benturan, tidak ada ledakan kemarahan—hanya keteguhan yang diam, dan suara yang tetap mengalun.

Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian demonstrasi yang meluas di sejumlah kota pada pertengahan Juni 2026, dengan Jakarta sebagai pusatnya. Meski sebelumnya sempat terjadi keributan di DPRD Batam, di ibu kota, aksi tetap berjalan dalam koridor hukum dan kemanusiaan. Kehadiran massa yang bertahan hingga larut malam bukan sekadar simbolisasi, tapi pernyataan bahwa suara rakyat—terutama generasi muda—tidak bisa dipadamkan hanya karena waktu telah berubah.

DPR, sebagai lembaga yang seharusnya menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat, kini diuji bukan hanya oleh kebijakan, tapi oleh kemampuannya mendengar—tanpa syarat, tanpa jeda, tanpa keengganan.

Sampai berita ini ditulis, massa belum membubarkan diri. Dan di balik setiap nyanyian, setiap spanduk, setiap tatapan yang menatap gedung megah itu—ada satu harapan yang tak kunjung padam: bahwa keadilan bukan sekadar janji, tapi sesuatu yang bisa diraih.

Previous articleKPK Geledah Kantor Imigrasi Bali dalam Kasus Izin WNA Silmy Karim
Next articleBrasil Tantang Haiti, Misi Tiga Poin di Grup C
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.