Sumbawanews.com,- Peneliti BRIN mengungkap potensi besar tanaman malapari sebagai sumber bahan baku biodiesel dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF), sekaligus alat rehabilitasi lahan kritis. Tanaman ini mampu tumbuh di tanah marginal dengan sistem perakaran yang mengikat nitrogen, sehingga memperbaiki kesuburan tanah sambil menghasilkan minyak nabati. Seluruh bagian tanaman—dari biji hingga daun—memiliki nilai ekonomi: bungkil biji dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara daunnya sedang dikembangkan untuk bahan kosmetik. BRIN telah membangun kolaborasi dengan industri untuk mengembangkan penanaman malapari secara terpadu dengan fasilitas pengolahan, memastikan kesiapan rantai pasok. Minat internasional, termasuk dari Jepang, menunjukkan bahwa malapari berpotensi menjadi komoditas bioenergi kompetitif di pasar global.















