Home Serba Serbi Tekno Lonjakan Gempa Vulkanik Picu Kewaspadaan di Ile Lewotolok

Lonjakan Gempa Vulkanik Picu Kewaspadaan di Ile Lewotolok

Sumbawanews.com,- Gunung Ile Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. Sejak April 2026, kegempaan di gunung ini telah meningkat secara bertahap, dan pada Senin, 25 Mei 2026, terjadi lonjakan tajam yang memicu kewaspadaan maksimal dari Badan Geologi.

Puncak aktivitas tercatat pada pukul 19.00 WITA, ketika alat pemantau merekam serangkaian gempa vulkanik hybrid—dikenal sebagai “drumbeat”—berlangsung lebih dari satu jam. Pola gempa ini berulang dengan interval yang konsisten, lalu perlahan meregang hingga menghilang. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, fenomena ini menandakan pergerakan magma yang intens di dalam tubuh gunung.

Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa selama 24 hari pertama Mei 2026, terjadi 179 kali gempa erupsi, 972 kali gempa embusan, 17 kali gempa guguran, serta puluhan gempa vulkanik dangkal dan dalam. Selain itu, tremor harmonik dan nonharmonik juga tercatat, menunjukkan dinamika sistem magma yang kompleks.

Pemantauan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok mengonfirmasi adanya asap kawah berwarna putih hingga kelabu yang membumbung hingga 200 meter di atas puncak. Kolom erupsi pun teramati mencapai ketinggian 300 meter. Meski guguran material terdeteksi, arah dan jarak luncurannya belum bisa dipastikan karena gangguan visual akibat kabut dan abu.

Dengan status Level II—Waspada—masyarakat diminta menjauh dari zona bahaya dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas. Wilayah yang berisiko tinggi meliputi sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung, di mana potensi guguran lava dan awan panas paling besar. Warga diimbau menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi paparan abu vulkanik, serta menutup penampungan air bersih agar tidak tercemar.

Badan Geologi terus memantau perkembangan secara real-time dan berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan kesiapsiagaan. Meski belum ada erupsi besar yang terjadi, pola kegempaan yang konsisten dan meningkat menjadi sinyal kuat bahwa gunung ini berada dalam fase akumulasi energi.

Masyarakat di sekitar Ile Lewotolok diminta tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan peringatan. Di tengah keindahan alamnya, gunung ini tetap menjadi pengingat kuat: alam tidak pernah berhenti berbicara—kita hanya perlu mendengarkan.

Previous article15 Gedung di Jakarta Terancam Disegel karena Izin Laik Fungsi Kadaluarsa
Next articlePrabowo dan Macron Kukuhkan Kemitraan Strategis di Tengah Geopolitik Global
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik