Sumbawanews.com,- Liverpool menghadapi krisis kedalaman di lini belakang setelah Joe Gomez cedera dan Virgil van Dijk belum pulih, memaksa pelatih Andoni Iraola mengandalkan dua pemain muda berusia 18 tahun—Mor Talla Ndiaye dan Ifeanyi Ndukwe—di posisi bek tengah selama pramusim. Dengan Giovanni Leoni dan Jeremy Jacquet yang baru pulih dari cedera, tim asuhan Iraola kini hanya memiliki opsi sangat terbatas untuk mengisi lini pertahanan inti menjelang dimulainya musim baru.
Iraola secara terbuka mengakui ketipisan pilihan di posisi bek tengah saat ditemui di Chicago pada 21 Juli 2026. “Tidak ada kabar baru. Kami masih belum punya Virgil,” ujarnya. “Bek tengah sebenar-benarnya saat ini hanya Mor dan Ife, yang baru 18 tahun, baru bergabung, dan mereka bermain luar biasa baik.” Ia menambahkan bahwa Luke Chambers, yang sebenarnya bukan bek tengah, juga dimainkan di posisi itu dalam laga melawan Wrexham dan tampil solid, menjadi bukti bahwa tim masih bertahan meski dengan susunan tak ideal.
Meski demikian, Iraola menunjukkan kepercayaan pada potensi pemain muda. “Kami akan memulihkan Virgil, tapi saya senang bahwa ketika melawan Sunderland dan Wrexham—tim-tim bagus—with bek tengah 18 tahun, tim ini unjuk ketenangan, kesolidan di belakang, dan itu mengungkap banyak hal sangat baik soal mereka.” Ia memperkirakan Jeremy Jacquet sudah siap tampil, namun tidak memberikan sinyal jelas tentang rencana transfer tambahan di bursa musim panas ini.
Dengan Van Dijk yang masih dalam proses pemulihan dan Gomez yang absen di awal musim, tekanan untuk memperkuat lini belakang semakin besar. Namun hingga kini, Liverpool belum mengumumkan rencana pembelian baru di posisi tersebut, membiarkan para suporter menunggu kejelasan sambil menyaksikan generasi muda mengambil alih tanggung jawab di lini pertahanan.















