Sumbawanews.com,- Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan seluruh layanan telekomunikasi di wilayah Sumatera telah pulih sepenuhnya setelah gangguan besar akibat pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah provinsi pada akhir Mei 2026. Pemulihan dikonfirmasi mencapai 100 persen pada pukul 00.00 WIB, 28 Mei, dan tetap stabil hingga pukul 09.00 WIB, dengan seluruh menara BTS dan infrastruktur jaringan kembali beroperasi normal.
Dalam keterangan resmi, Kemkomdigi menegaskan tidak ada lagi situs telekomunikasi yang mengalami gangguan atau berstatus *down*. Sebelumnya, pada puncak krisis pada 24 Mei, sebanyak 10.713 menara BTS di 10 provinsi dan 142 kabupaten/kota terdampak akibat *blackout* yang dipicu gangguan pada sistem transmisi SUTET 275 kV ruas Lubuk Linggau-Lahat, Sumatera Selatan. Investigasi awal PT PLN mengindikasikan penyebabnya adalah sambaran petir dan penebangan liar yang merusak jaringan listrik.
Proses pemulihan sempat terhambat oleh *blackout* susulan di Aceh pada 25 Mei pukul 21.00 WIB, yang menyebabkan lonjakan sementara jumlah situs terganggu. Namun, koordinasi cepat antara operator seluler, PLN, dan pemerintah daerah memungkinkan pemulihan berjalan efektif. Tim darurat dari berbagai perusahaan telekomunikasi dikerahkan untuk mengaktifkan generator cadangan, memperbaiki kabel yang putus, dan memprioritaskan area kritis seperti rumah sakit, puskesmas, dan pusat komando bencana.
Meski layanan kini telah pulih, Kemkomdigi menegaskan akan terus memantau kondisi infrastruktur secara real-time guna mencegah potensi gangguan lanjutan. Pemerintah juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan sistem listrik dan telekomunikasi, terutama di wilayah rawan bencana alam, agar tidak lagi mengalami ketergantungan berlebihan pada satu titik kegagalan.
Krisis ini mengungkap kerentanan sistem interkoneksi nasional, sekaligus menunjukkan respons cepat sektor swasta dan pemerintah dalam mengatasi dampak krisis multidimensi. Masyarakat di berbagai daerah, yang selama beberapa hari harus mengandalkan lampu minyak dan komunikasi darurat, kini kembali terhubung—baik untuk urusan pribadi, bisnis, maupun layanan publik.















