Home Berita Nasional KRL Duri-Tangerang Mogok, KAI Gelar Investigasi Mendalam

KRL Duri-Tangerang Mogok, KAI Gelar Investigasi Mendalam

Sumbawanews.com,- Jakarta – Rangkaian KRL Commuter Line rute Duri-Tangerang mengalami gangguan serius hingga mogok total pada Selasa sore, 26 Mei 2026, memicu keterlambatan dan kepanikan di antara ratusan penumpang. KAI Commuter langsung membuka investigasi menyeluruh untuk menentukan akar penyebab insiden yang terjadi pada jam pulang kerja tersebut.

Dua perjalanan langsung dibatalkan akibat kerusakan teknis yang tak terduga. Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, rangkaian yang mengalami gangguan telah dievakuasi ke fasilitas perawatan untuk dilakukan pemeriksaan mendetail. “Penyebab pastinya masih dalam proses identifikasi teknis. Kami tidak bisa langsung menyimpulkan, karena ini melibatkan sistem listrik, mekanis, hingga sinyal yang saling terintegrasi,” ujarnya, Kamis (28/5).

Karina menegaskan, seluruh armada KRL menjalani perawatan rutin harian sebelum beroperasi, termasuk pemeriksaan berkala oleh regulator. Namun, insiden ini menunjukkan adanya kegagalan pada satu atau lebih titik kritis yang belum terdeteksi dalam prosedur standar. “Kami memahami kekecewaan penumpang. Keselamatan dan keandalan adalah prioritas utama kami,” tambahnya.

Pihak KAI juga menyatakan telah berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca ekstrem, meskipun hingga kini belum ditemukan indikasi cuaca sebagai faktor penyebab. “Kami tidak menutup kemungkinan adanya faktor teknis internal, seperti kegagalan komponen listrik atau gangguan pada sistem penggerak. Semua kemungkinan sedang diuji secara sistematis,” jelas Karina.

Insiden ini memicu reaksi keras dari pengguna, terutama setelah video penumpang yang mengalami kegelapan total di dalam gerbong—AC mati, lampu padam, dan pintu tidak bisa dibuka—beredar luas di media sosial. Beberapa penumpang terpaksa beralih ke KA Bandara, yang kemudian memberlakukan refund 100% tiket sebagai bentuk kompensasi.

KAI Commuter berjanji akan mengumumkan hasil investigasi secepatnya, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur perawatan dan pemantauan real-time terhadap armada. “Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Tidak ada yang lebih penting daripada kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik,” tutup Karina.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi sistem transportasi massal yang terus menanggung beban penumpang hingga 1,5 juta orang per hari di Jabodetabek. Dengan pertumbuhan populasi yang tak terbendung, keandalan infrastruktur menjadi bukan sekadar soal kenyamanan, tapi keselamatan nyawa.

Previous articlePermaisuri Terakhir Iran Masih Hidup di Paris
Next articlePrabowo dan Strategi Diplomasi di Prancis
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik