Home Berita Nasional Kebakaran Hancurkan 250 Rumah di Kemayoran

Kebakaran Hancurkan 250 Rumah di Kemayoran

Sumbawanews.com,- Api melalap permukiman padat di belakang Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam (1/6/2026), menghancurkan sedikitnya 250 bangunan semi permanen dan membuat sekitar 300 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Kebakaran yang bermula sekitar pukul 21.10 WIB itu diduga berasal dari korsleting listrik di dua rumah berdampingan, salah satunya milik warga bernama DH, yang langsung menjalar dengan cepat karena kepadatan hunian dan bahan bangunan yang mudah terbakar.

Warga yang baru pulang dari bekerja sebagai ojek online menggambarkan kepanikan saat melihat api sudah membesar. “Saya baru sampai di rumah, apinya sudah menjulang tinggi. Istri saya sakit, tapi alhamdulillah semua selamat,” ujar Supriatin, Sekretaris Gabungan RT 12–16 RW 04, yang sempat menyaksikan asap tebal memenuhi lorong-lorong sempit permukiman.

Upaya warga memadamkan api dengan tiga alat pemadam api ringan (APAR) milik RW 04 gagal. Kobaran api merambat ke bangunan sekitar dalam hitungan menit, memaksa ratusan jiwa mengungsi tanpa barang berharga. Puluhan petugas gabungan dari pemadam kebakaran, kepolisian, dan TNI segera tiba di lokasi untuk memblokir penyebaran api dan mengamankan area kejadian.

Pemerintah DKI Jakarta langsung merespons dengan mendirikan pos pengungsian sementara di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb. Tiga tenda besar dari Dinas Sosial DKI, didukung logistik dari BPBD, PMI, dan Baznas, telah disiapkan untuk menampung warga yang terdampak. Pendataan mendalam sedang berlangsung, mencakup 8 RT di dua RW—RW 04 dan RW 05—untuk memastikan kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan anak-anak terpenuhi.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menegaskan bahwa langkah jangka panjang akan segera dirancang. “Setelah kedaruratan reda, kita akan diskusikan kemungkinan relokasi. Tidak mungkin kita biarkan warga kembali ke lokasi yang rawan kebakaran seperti ini,” katanya dinihari, Selasa (2/6).

Saat ini, penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Pusat masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Namun, dugaan sementara tetap mengarah pada korsleting listrik—fenomena yang kerap terjadi di permukiman padat dengan instalasi listrik tak teratur dan usang.

Ribuan warga yang kehilangan rumah kini menanti kepastian dari pemerintah: apakah mereka akan kembali ke lokasi yang sama, atau dibantu membangun kembali kehidupan di tempat yang lebih aman. Di tengah debu dan abu, satu hal jelas—permukiman padat seperti ini butuh solusi struktural, bukan hanya respons darurat.

Previous articleG-Shock Termahal Casio, Hasil Karya Seni Tahan Air
Next articleTentara Israel Akui Rekan Menikmati Pembunuhan Warga Gaza
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik