Sumbawanews.com,- Pada 2 Agustus 2026, rumor kepindahan bek naturalisasi Justin Hubner dari Fortuna Sittard ke Persija Jakarta resmi berakhir. Klub Eredivisie itu dikonfirmasi menolak tawaran transfer dari Macan Kemayoran, sementara Hubner sendiri dikabarkan tidak tertarik bergabung ke Indonesia. Informasi ini berasal dari unggahan akun fanbase @FortunaSittardCentral yang menyatakan bahwa tawaran “jutaan” dari Persija ditolak, dan pemain berusia 22 tahun itu memilih untuk tetap bertahan di klubnya hingga kontrak berakhir pada 30 Juni 2028.
Sebelumnya, nama Hubner memang sempat dikaitkan dengan minat Persija Jakarta setelah ia berpartisipasi dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia dan masuk daftar skuad Garuda untuk Piala AFF 2026. Namun, hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari pihak Persija, Fortuna Sittard, maupun Hubner sendiri. Sumber utama informasi tetap berasal dari akun penggemar, bukan dari otoritas klub atau manajemen.
Persija sendiri telah memiliki kekuatan lini belakang yang cukup padat. Di posisi bek tengah, klub ibu kota telah mengandalkan Radovan Pankov dan Dennis Kolinger sebagai pemain asing, sementara pemain lokal seperti Jordi Amat, Rizky Ridho, Dia Syayid, dan Baihaqi Rifai turut memperkuat lini pertahanan. Selain itu, Persija juga telah merekrut tiga pemain naturalisasi lain—Shayne Pattynama, Jordi Amat, dan Mauro Zijlstra—yang semuanya sudah berpengalaman membela Timnas Indonesia.
Meski demikian, klub tetap aktif memperkuat skuad di bursa transfer musim ini dengan mendatangkan Stjepan Loncar di posisi gelandang dan Kerim Memija sebagai bek kanan. Kehadiran para pemain ini menunjukkan bahwa Persija lebih fokus pada penajaman struktur tim daripada mengejar pemain yang tidak lagi tertarik bergabung.
Dengan keputusan Fortuna Sittard menolak tawaran dan Hubner memilih bertahan, kemungkinan besar transfer ini akan menjadi catatan akhir dalam spekulasi transfer musim panas 2026. Persija pun harus mencari opsi lain untuk memperdalam lini belakang menjelang kompetisi 2026/2027 yang akan berlangsung di bawah arahan Shin Tae-yong.















