Home Berita Olah Raga John Herdman Akui Timnas Garuda Terlalu Fokus Serang, Pertahanan Kebobolan

John Herdman Akui Timnas Garuda Terlalu Fokus Serang, Pertahanan Kebobolan

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam pada matchday ketiga Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026), setelah pertahanan mereka kerap ditembus lewat umpan terobosan. Nguyen Van Vi dan Nguyen Hai Long mencetak gol masing-masing pada menit ke-7 dan ke-13, sementara Nguyen Xuan Son menambahkan gol ketiga Vietnam di babak kedua. Pelatih John Herdman mengakui timnya terlalu asyik menyerang hingga mengabaikan transisi pertahanan, meski ia tetap mempertahankan filosofi permainan menekan dan membangun serangan dari belakang.

Herdman menjelaskan bahwa kekalahan ini bukan karena kurangnya keberanian, melainkan kurangnya kedisiplinan dalam manajemen permainan. “Kami ingin mengirim banyak pemain ke depan, tidak ingin hanya bertahan dan menunggu serangan balik. Itu membutuhkan keberanian, tapi juga harus diimbangi dengan kesadaran saat harus kembali bertahan,” ujarnya. Gol kedua Vietnam, yang dicetak Nguyen Hai Long, tercipta setelah ia menerima umpan panjang dari belakang dan bebas menggiring bola hingga menembus gawang tanpa tekanan. Situasi serupa terulang saat Nguyen Xuan Son mencetak gol ketiga lewat umpan terobosan yang tak bisa dihentikan lini belakang Garuda.

Kekalahan ini membuat Indonesia terlempar ke posisi ketiga klasemen Grup B dengan enam poin, tertinggal satu angka dari Vietnam dan Singapura yang sama-sama mengoleksi tujuh poin. Nasib timnas kini bergantung pada laga terakhir melawan Singapura pada 7 Agustus mendatang. Herdman menegaskan bahwa timnya masih punya kesempatan dan harus bangkit dari kekalahan ini. “Ini baru pertandingan keempat bagi pemain ini bersama-sama, baru kedua atau ketiga dalam kompetisi resmi. Kami akan belajar, mengakui kesalahan, dan tetap bersatu. Kami tidak akan membuang muka,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa filosofi permainan menyerang dan menekan lawan tetap menjadi fondasi evolusi tim. “Kami ingin menunjukkan kepada penggemar bahwa Indonesia bisa bermain sepak bola yang menarik, bukan hanya bertahan. Tapi kami harus lebih cerdas dalam mengatur ritme dan transisi.”

Previous articleIKKT PWA Enam Dekade Berkarya Mewujudkan Kesejahteraan Keluarga yang Berkualitas
Next articleMyanmar Hancurkan Laos 7-2, Tun Win Naing Hattrick di Babak Pertama