Sumbawanews.com,- BMKG mencatat 136 kejadian gempa di Jawa Barat sepanjang Mei 2026, dengan mayoritas berpusat di laut selatan dan berkedalaman dangkal. Dari total gempa tersebut, 121 kali terjadi di bawah 60 kilometer, sementara 15 lainnya berada di zona menengah hingga 300 kilometer. Sebanyak 11 gempa dirasakan oleh masyarakat, terutama di wilayah Priangan Timur dan Sukabumi.
Gempa terkuat tercatat pada 21 Mei pukul 04.04 WIB, dengan magnitudo 4,7 yang berpusat di laut 68 kilometer barat daya Pangandaran. Getarannya terasa jelas di Tasikmalaya, Garut, dan Ciamis, setara intensitas III MMI—seperti truk berlalu di dekat rumah. Meski getarannya kuat, tidak ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa.
Dua hari sebelumnya, pada 19 Mei, gempa berkekuatan 2,6 mengguncang Sukabumi dari episenter di darat, 13 kilometer barat laut kota tersebut. Sementara pada 17 Mei, gempa magnitudo 4,7 kembali mengguncang wilayah selatan Sukabumi, berpusat di laut 63 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 28 kilometer. Guncangan dirasakan luas hingga ke Cianjur, Cibadak, dan Ciwidey, dengan intensitas II–III MMI, membuat benda ringan bergoyang dan sebagian warga terbangun dari tidur.
Secara geografis, 65 gempa berasal dari Samudra Hindia selatan Jawa, sementara 71 lainnya terjadi di daratan. BMKG menegankan bahwa aktivitas gempa ini terkait dengan sesar aktif bawah laut dan tektonik lokal, bukan indikasi letusan gunung berapi. Magnitudo terendah tercatat 0,8, sementara tertinggi 4,7—masih jauh dari ambang batas kerusakan struktural.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Edi Wibowo, menekankan bahwa frekuensi gempa dangkal di wilayah ini memang tinggi akibat posisi geologis Jawa Barat yang berada di pertemuan lempeng. “Ini fenomena alam yang wajar, tapi tetap perlu diwaspadai, terutama di kawasan rawan gempa,” ujarnya.
Pemerintah daerah diminta terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, terutama dalam hal edukasi mitigasi dan peningkatan ketahanan bangunan. Hingga kini, belum ada indikasi peningkatan aktivitas vulkanik atau anomali geofisika yang signifikan. BMKG terus memantau perkembangan melalui jaringan seismograf yang tersebar di seluruh Jabar.















