Sumbawanews.com,- Kongres PSSI 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Senin, 3 Agustus, secara resmi mengesahkan perubahan nama sejumlah klub sepak bola Indonesia, termasuk Malut United yang kini bernama Java United FC dan Adhyaksa FC yang berganti menjadi Isen Mulang FC. Perubahan ini disahkan setelah melalui proses evaluasi dan persetujuan para anggota kongres, dengan sejumlah klub dari Liga 3 hingga Liga 4 juga mengajukan permintaan serupa, meski belum diumumkan secara lengkap. Java United FC menetapkan Stadion Jatidiri di Semarang, Jawa Tengah, sebagai markas baru, sementara Isen Mulang FC berbasis di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memastikan seluruh perubahan nama dan lokasi kandang telah disetujui dalam rapat tertutup kongres. “Sudah [disahkan], tadi saya telah membacakan begitu banyaknya penerimaan anggota, pemberhentian anggota, dan perubahan nama, dan perubahan stadionnya,” ujarnya, menambahkan bahwa dokumen resmi akan segera dibagikan kepada publik. Presiden Java United FC, Sofyan Lestaluhu, menjelaskan bahwa keputusan ini bukanlah langkah impulsif, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun klub yang profesional dan berkelanjutan.
Meski berpindah ke Semarang, manajemen Java United FC menegaskan bahwa hubungan dengan Maluku Utara tetap menjadi fondasi penting. Klub yang didirikan pada 2023 itu berkomitmen mempertahankan seluruh aset di Ternate, termasuk fasilitas training ground yang akan berubah fungsi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini melalui Akademi Merah Putih. Akademi ini bekerja sama dengan SL Benfica, klub asal Portugal, untuk menerapkan metode pembinaan terstruktur yang berfokus pada karakter, khusus bagi anak yatim-piatu dan keluarga kurang mampu berusia 7 hingga 9 tahun. Program ini menargetkan 150 peserta dengan segala prosesnya diberikan secara gratis.
Di Semarang, Java United FC siap bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional pada musim 2026-2027. Julukan baru “Laskar Kepodang Emas” diperkenalkan, terinspirasi dari burung kepodang emas yang menjadi simbol budaya Jawa Tengah. Julukan ini dirancang untuk merefleksikan identitas lokal sekaligus semangat klub untuk bersaing di level tertinggi. Sofyan menekankan bahwa kehadiran Java United bukan untuk menggantikan klub lain, melainkan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan sepak bola nasional. “Kami berharap dapat bekerja sama dengan seluruh stakeholder sepak bola di Jawa Tengah untuk bersatu membangun masa depan sepak bola nasional yang lebih baik dan berprestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Isen Mulang FC, yang sebelumnya dikenal sebagai Adhyaksa FC, juga resmi beroperasi dengan identitas baru di Palangka Raya, menandai babak baru dalam pengembangan sepak bola di Kalimantan Tengah.















