Sumbawanews.com,- Striker veteran Jamie Vardy, 39 tahun, resmi bergabung dengan Burnley pada Minggu (6/9/2026) malam WIB, menandai kembalinya ia ke sepak bola Inggris setelah satu musim bermain di Serie A bersama Cremonese. Pemain eks-Leicester City itu menandatangani kontrak hingga akhir musim ini di Turf Moor, menyusul kegagalan The Clarets meraih kemenangan dalam lima laga terakhir di Championship dan berada di posisi ke-24 klasemen. Vardy, yang mencatatkan 145 gol di Premier League selama berseragam Leicester, diharapkan bisa menjadi solusi atas krisis gol tim yang belum menang sejak promosi turun dari Liga Inggris musim lalu. Dalam pernyataan resmi, Vardy menyatakan kegembiraannya atas kesempatan membela klub dengan sejarah kuat dan dukungan fanatik, serta berkomitmen membantu Burnley bangkit dari jurang degradasi.
Vardy, yang sempat menjadi simbol keajaiban Leicester City pada musim 2015/2016, kini kembali ke tanah Inggris dalam kondisi yang jauh berbeda. Setelah dua musim beruntun mengalami degradasi—dari Premier League bersama Leicester, lalu dari Serie A bersama Cremonese—ia mencari kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa pengalaman dan ketajamannya masih relevan di level tertinggi sepak bola Inggris. Burnley, yang terdegradasi dari Premier League setelah finis ke-19 pada musim 2025/2026, kini berjuang keras untuk menghindari penurunan ke League One. Kehadiran Vardy bukan sekadar penguatan lini depan, tapi juga simbol semangat perjuangan yang diidamkan para suporter.
Dalam pernyataan resmi klub, Burnley menyebut Vardy sebagai “pemain berpengalaman” yang akan membawa nilai-nilai kepemimpinan dan ketajaman di depan gawang. “Saya sangat senang sekarang berada di Burnley FC. Klub ini memiliki sejarah sepak bola yang hebat dan penggemar yang bersemangat yang pantas mendapatkan tim yang mewakili mereka dan kota mereka,” ujar Vardy. Ia menambahkan, “Saya tidak sabar untuk segera bermain di lapangan dan membantu tim bergerak ke arah yang benar.”
Dengan rekor 145 gol di Premier League dan pengalaman bertahan di liga-liga top Eropa, Vardy diharapkan bisa menjadi pembeda di lini depan Burnley yang hanya mencetak 3 gol dalam 5 laga Championship musim ini. Bagi suporter, kedatangannya bukan hanya soal mencetak gol, tapi juga tentang kebangkitan semangat—sebuah harapan bahwa legenda yang pernah menulis kisah dongeng bisa kembali menjadi penjaga mimpi di tengah badai.















