Sumbawanews.com,- Kemacetan parah terjadi di ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, setelah sebagian badan jalan amblas tepat di depan restoran Sate PSK, Jagakarsa. Akibatnya, dua dari tiga lajur arah Jakarta menuju Depok ditutup sementara oleh kepolisian, menyisakan hanya satu lajur yang bisa dilalui kendaraan.
Pihak Satlantas Jakarta Selatan langsung menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut. Pengendara yang melintas kini dipaksa berjalan pelan di jalur sempit, sementara antrean mobil dan motor memanjang hingga ratusan meter ke arah belakang. Kondisi ini semakin diperparah oleh padatnya arus lalu lintas pagi hari, yang memang sudah menjadi rutinitas di koridor strategis tersebut.
TMC Polda Metro Jaya melalui akun resminya mengimbau para pengendara untuk mencari rute alternatif, seperti melalui Jalan Raya Bogor atau Jalan Margonda, demi menghindari penumpukan yang berpotensi memicu insiden lebih serius. Lokasi amblas, yang berada di tengah badan jalan, dinilai berbahaya, terutama saat malam hari atau saat hujan turun, karena risiko kendaraan terjebak atau tergelincir ke lubang.
Belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti kerusakan tersebut, namun dugaan sementara mengarah pada kelebihan beban kendaraan berat, kondisi tanah yang labil, atau kurangnya drainase yang memadai. Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang DKI Jakarta dikabarkan sudah menuju lokasi untuk melakukan evaluasi struktural dan mempersiapkan perbaikan darurat.
Warga sekitar mengaku kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu, namun tidak pernah ditangani secara menyeluruh. “Sudah sering retak, tapi cuma ditambal-tambal. Sekarang benar-benar amblas,” kata salah seorang pedagang di sekitar lokasi.
Pemantauan lalu lintas menunjukkan, kepadatan masih berlangsung hingga siang hari, dengan waktu tempuh dari Jakarta ke Depok meningkat hingga dua kali lipat dari kondisi normal. Petugas kepolisian terus berjaga di lokasi, sambil mengarahkan kendaraan dan memberi peringatan agar tidak melintas terlalu cepat.
Pihak berwenang berjanji akan mempercepat proses perbaikan, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada perkiraan waktu selesai pekerjaan. Masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu yang dipasang di sekitar titik kerusakan.















