Home Berita Nasional Jakarta Menuju 500 Tahun, Pramono Ajak Warga Jaga Optimisme

Jakarta Menuju 500 Tahun, Pramono Ajak Warga Jaga Optimisme

Sumbawanews.com,- Di tengah heningnya Monumen Nasional pagi itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta dengan nada yang penuh makna. Bukan sekadar ritual tahunan, ia menjadikan momen ini sebagai panggilan kolektif—untuk melihat masa lalu dengan rasa syukur, menghadapi tantangan masa kini dengan keteguhan, dan menatap masa depan dengan optimisme yang tak tergoyahkan.

Dengan mengenakan busana adat Betawi Ujung Serong, Pramono berdiri di depan ribuan warga yang memadati lapangan Monas, menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam: “Jangan pernah kehilangan optimisme terhadap kota ini.” Baginya, Jakarta bukan sekadar ibu kota negara, tapi simbol ketahanan sejarah—dari pelabuhan Sunda Kelapa yang sederhana, bertransformasi menjadi pusat peradaban yang menampung jutaan harapan manusia dari berbagai latar belakang.

“Sejarah telah mengajarkan kita: Jakarta selalu bangkit, tanpa meninggalkan warganya,” ujar Pramono, suaranya jelas menembus angin pagi. Ia menekankan bahwa perayaan 499 tahun ini bukan akhir dari sebuah babak, melainkan ambang pintu menuju lima abad—sebuah milestone yang membutuhkan kolaborasi lintas generasi, bukan hanya kebijakan pemerintah.

Dalam pidatonya, ia mengingatkan bahwa setiap jalan yang dilalui, setiap halte yang diberi nama integritas, setiap ruang publik yang direvitalisasi, adalah bagian dari warisan yang sedang dibangun bersama. Ia mencontohkan upaya pembenahan kawasan Rasuna Said yang kini berubah menjadi ikon baru, atau penghormatan terhadap Patung Jenderal Sudirman yang tetap berdiri tegak—bukti bahwa kemajuan tidak harus merusak ingatan kolektif.

Pramono menegaskan, Jakarta di usia hampir lima abad ini sedang berada di persimpangan: antara menjadi kota global yang modern, atau kehilangan jati diri budayanya. “Kita tidak bisa memilih antara kemajuan dan akar. Kita harus memilih keduanya,” tegasnya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—dari pelajar hingga pengusaha, dari seniman hingga petugas kebersihan—untuk menjadi bagian aktif dalam membangun Jakarta yang berbudaya, inklusif, dan berkelanjutan.

Di akhir amanatnya, ia menyebut tahun 2027 sebagai titik balik: tahun di mana Jakarta genap berusia 500 tahun. “Mari kita jadikan HUT ke-499 ini sebagai awal dari gerakan bersama. Bukan hanya untuk merayakan, tapi untuk mempersiapkan. Karena Jakarta yang mendunia bukanlah mimpi yang ditunggu—ia adalah tanggung jawab yang kita pilih untuk dibangun.”

Di luar Monas, langit Jakarta masih berkabut, tapi di dalam hati ribuan warga yang hadir, optimisme itu kembali menyala—seperti pelita yang tak pernah padam sejak 499 tahun silam.

Previous articleWhatsApp Luncurkan Scam Alert untuk Redam Penipuan Online
Next articleMesir Balas Dendam, Salah Cs Menang 3-1 atas Selandia Baru
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik