Sumbawanews.com,- Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Selasa, 11 Agustus 2026, untuk membahas kesiapan infrastruktur dan logistik menjelang penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia bersama Hong Kong terpilih sebagai tuan rumah turnamen baru di bawah naungan FIFA yang berlangsung dari 21 September hingga 3 Oktober 2026. Di Indonesia, pertandingan utama akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, sementara dua lokasi latihan tim peserta—GOR Soemantri Brodjonegoro dan Lapangan Banteng—telah disiapkan Pemprov DKI. Jakarta International Stadium (JIS) tidak digunakan sebagai venue latihan karena konflik jadwal konser.
Pramono Anung menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk mendukung penuh kelancaran turnamen, termasuk melalui promosi di ruang publik milik pemerintah daerah. Erick Thohir, yang juga menjabat Ketua Umum PSSI, menyambut baik dukungan tersebut dan menekankan pentingnya sinergi antara Kemenpora dan Pemprov DKI demi kesuksesan ajang ini. Ia pun meminta dukungan seluruh masyarakat sepak bola Indonesia agar timnas dapat berprestasi maksimal.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan dibagi menjadi dua divisi. Divisi I diikuti delapan tim, dengan Grup A terdiri dari Indonesia, India, Malaysia, dan Singapura, sementara Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah divisi ini. Sementara itu, divisi II diselenggarakan di Hong Kong dengan enam tim peserta: Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam di Grup A, dan Kamboja, Laos, serta Timor Leste di Grup B. Pemerintah pusat telah resmi menerbitkan Government Guarantee untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan turnamen ini.















