Home Berita Internasional Israel Tegaskan Tak Akan Izinkan Iran Miliki Senjata Nuklir

Israel Tegaskan Tak Akan Izinkan Iran Miliki Senjata Nuklir

Sumbawanews.com,- Meski kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran telah tercapai setelah tiga bulan konflik bersenjata, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tegas menegaskan bahwa Israel tidak akan pernah membiarkan Teheran mengembangkan senjata nuklir. Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menekankan bahwa ancaman nuklir Iran bukan sekadar isu keamanan regional, tetapi tantangan eksistensial bagi negaranya.

“Selama saya masih memegang mandat sebagai pemimpin Israel, Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” tegas Netanyahu, menegaskan bahwa kebijakan Israel akan tetap berfokus pada pencegahan, bukan reaksi. Ia menolak mentah-mentah asumsi bahwa diplomasi AS-Iran dapat menggantikan kebutuhan akan deterensi militer oleh Israel.

Kesepakatan yang dicapai antara Washington dan Teheran—yang diumumkan setelah serangkaian negosiasi intensif di Geneva—memang menjanjikan pelonggaran sanksi ekonomi dan pembatasan program nuklir Iran dalam batas tertentu. Namun, Netanyahu menilai kesepakatan itu tidak cukup kuat untuk menjamin bahwa Iran tidak akan melanjutkan upaya pengayaan uranium ke tingkat senjata. Ia menunjuk pada catatan historis Teheran yang kerap menyalahi komitmen internasional, bahkan di bawah perjanjian sebelumnya.

Israel, menurut Netanyahu, tidak akan menunggu sampai Iran berada di ambang senjata nuklir sebelum bertindak. “Kami tidak percaya pada asumsi baik hati. Kami percaya pada kemampuan untuk melindungi diri sendiri—secara strategis, teknis, dan tanpa kompromi.”

Pernyataan ini memperdalam ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di mana Israel telah lama menganggap Iran sebagai musuh utama, terutama karena dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok seperti Hezbollah di Lebanon dan Hamas di Gaza. Meski konflik bersenjata langsung antara AS dan Iran kini mereda, ketidakpercayaan strategis antara Israel dan Iran justru semakin mengeras.

Para analis keamanan memperingatkan bahwa sikap keras Netanyahu bisa memicu eskalasi baru—baik melalui operasi rahasia, serangan udara, atau tekanan diplomatik terhadap sekutu AS yang mendukung kesepakatan dengan Iran. Sementara itu, para diplomat di PBB dan Eropa menyerukan penjagaan terhadap kesepakatan baru, dengan menekankan bahwa diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan berkelanjutan untuk mencegah perang lebih luas.

Namun, bagi Netanyahu, pilihan itu bukan soal diplomasi—melainkan soal kelangsungan hidup. “Kami tidak akan mempertaruhkan masa depan generasi kami hanya karena ada kesepakatan di atas kertas,” ujarnya tegas, menutup pidatonya di hadapan Kabinet Keamanan Nasional Israel.

Previous articleQobuz Melawan Spotify dengan Kualitas dan Keadilan
Next articleMyanmar Terperosok dalam Krisis Ekonomi, Inflasi Tembus 25 Persen
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.