Sumbawanews.com,- Sedikitnya delapan warga Palestina tewas dan 20 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah pasar di dekat Kamp Pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kejadian itu terjadi meskipun gencatan senjata tahap pertama antara Israel dan Hamas masih berlaku sejak 10 Oktober 2025. Korban dievakuasi ke Kompleks Medis Al-Awda setelah serangan meluluhlantakkan area pasar di tengah Gaza.
Serangan ini memperdalam kekhawatiran atas kelanjutan perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki berdasarkan inisiatif Presiden AS Donald Trump. Meski pasukan Israel telah mundur ke Yellow Line sesuai kesepakatan, otoritas Palestina menegaskan bahwa serangan sporadis terus berlangsung di berbagai wilayah Gaza. Sejak gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas dan sekitar 3.200 lainnya terluka.
Secara keseluruhan, sejak konflik memanas kembali pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza telah melebihi 73.000 orang, dengan lebih dari 173.000 orang mengalami luka-luka.















