Home Berita Internasional Israel Perluas Pendudukan di Gaza, Hamas Kecam PBB Tak Berdaya

Israel Perluas Pendudukan di Gaza, Hamas Kecam PBB Tak Berdaya

Sumbawanews.com,- Gaza — Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengecam eskalasi pendudukan Israel di Jalur Gaza, yang kini menunjukkan pola sistematis melalui pergeseran garis pemisah militer ke wilayah-wilayah yang seharusnya netral. Pergeseran itu, menurut Hamas, bukan sekadar pelanggaran taktis, tapi bagian dari strategi politik untuk menghancurkan gencatan senjata dan memperluas kendali teritorial Tel Aviv secara permanen.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa tentara Israel dalam seminggu terakhir telah mendorong “garis kuning”—batas yang ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025—sejauh 300 meter ke arah barat, terutama di lingkungan Tuffah, sebelah timur Kota Gaza. Pergeseran ini disertai serangan udara, penembakan sewenang-wenang, dan pengusiran paksa warga sipil, yang secara jelas melanggar ketentuan perjanjian yang telah disepakati oleh para penjamin internasional.

“Ini bukan lagi pelanggaran kecil. Ini adalah pencaplokan bertahap yang dilakukan dengan sengaja, di bawah kedok militer, untuk menggagalkan proses perdamaian dan memperkuat dominasi Israel atas wilayah yang seharusnya bebas dari pendudukan,” ujar Qassem dalam pernyataannya, Jumat (12/6/2026).

Garis kuning awalnya ditetapkan sebagai hasil kesepakatan antara Israel, Palestina, dan mediator AS, yang mengharuskan penarikan pasukan Israel dari sebagian wilayah Gaza sebagai langkah pertama menuju penyelesaian konflik. Namun, hampir delapan bulan setelah kesepakatan berlaku, Israel justru memperdalam kehadirannya, bukan menarik diri.

Qassem menekankan bahwa ketidakmampuan Dewan Keamanan PBB untuk memberikan respons tegas atau sanksi terhadap pelanggaran ini menunjukkan kegagalan struktural sistem internasional dalam melindungi hak-hak dasar rakyat Palestina. “Dewan Perdamaian—yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan—kini hanya menjadi penonton pasif di tengah kejahatan yang berulang,” katanya.

Sementara itu, laporan dari lapangan mencatat setidaknya lima warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel terhadap kantor polisi di Al-Mawasi, Khan Yunis, pada 7 Juni lalu. Foto-foto pemakaman massal di Rumah Sakit Nasser menjadi simbol duka yang tak terbantahkan atas krisis kemanusiaan yang terus memburuk.

Analisis strategis menunjukkan bahwa perluasan garis kuning ini bukan hanya soal wilayah, tapi juga psikologis dan politis. Dengan menguasai lebih banyak tanah, Israel berusaha menciptakan fakta di lapangan yang sulit dibalikkan—sebuah langkah yang bertujuan menghapus kemungkinan negosiasi berbasis dua negara, sekaligus memperkuat posisi politiknya menjelang pemilu domestik.

Hamas menegaskan bahwa setiap langkah Israel yang melanggar gencatan senjata akan direspons dengan cara yang sesuai, meskipun mereka tetap menyerukan tekanan internasional yang lebih kuat. “Kami tidak ingin perang, tapi kami tidak akan membiarkan tanah kami dicaplok tanpa perlawanan,” tegas Qassem.

Dengan PBB yang terjebak dalam ketidakberdayaan dan dunia yang sibuk dengan isu lain, warga Gaza kini berdiri di garis depan—dengan harapan yang semakin tipis, tapi tekad yang tak tergoyahkan.

Previous articleGempa M5,2 Guncang Laut Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami
Next articleWanita di Sumsel Rekrut Pacar Bunuh Pria Pilihan Orang Tua
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.