Sumbawanews.com,- Baku tembak meletus di Tepi Barat pada dini hari 17 Juli 2026, setelah sekelompok pemukim Israel menyerbu desa Till dengan dalih pendakian, lalu melepaskan tembakan ke rumah-rumah warga Palestina. Satu pemukim Israel tewas dan tiga lainnya terluka, dua di antaranya dievakuasi dengan helikopter oleh layanan darurat Israel. Warga Palestina merespons dengan perlawanan bersenjata, termasuk seorang pria yang berhasil merebut senjata petugas keamanan Israel dan menembak balik. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan empat warga Palestina syahid dan empat lainnya terluka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis. Militer Israel menutup seluruh pos pemeriksaan menuju kota Tell, menghalangi akses bantuan medis bagi warga Palestina yang terluka, sementara helikopter hanya digunakan untuk mengevakuasi pemukim Israel. Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menuntut militer bertindak “dengan tangan besi” terhadap desa yang dianggap bertanggung jawab, menegaskan bahwa pemukim adalah “benteng pertahanan” Negara Israel. Sejak awal tahun 2026, 86 warga Palestina tewas di Tepi Barat, termasuk 21 orang yang ditembak oleh pemukim ilegal.
Home Berita Internasional Perlawanan Warga Palestina Picu Baku Tembak dengan Pemukim Ilegal di Tepi Barat















