Home Berita Internasional Israel Masuki Perbatasan Litani, Ancam Kelilingi Nabatieh

Israel Masuki Perbatasan Litani, Ancam Kelilingi Nabatieh

Sumbawanews.com,- Pasukan Israel telah melintasi Sungai Litani di Lebanon selatan untuk pertama kalinya sejak 2006, mendekati kota besar Nabatieh dan berpotensi mengelilinginya dalam operasi militer terbesar sejak meletusnya konflik Oktober 2023. Menurut sumber militer Lebanon, pasukan Israel kini berada di pinggiran kota yang menjadi pusat ekonomi dan simbol perlawanan di wilayah tersebut.

Nabatieh, kota berpenduduk mayoritas Syiah yang selama ini menjadi benteng utama Hezbollah, dianggap sebagai jantung perlawanan di Lebanon selatan. Jika jatuh, kota ini akan menjadi titik balik strategis dalam perang yang telah menewaskan ribuan orang dan mengusir lebih dari 1,2 juta warga—sekitar 20 persen populasi Lebanon.

Laporan dari Tyre, jurnalis Al Jazeera Obaida Hitto mengatakan serangan udara Israel semakin intensif, dengan fokus memutus jalur logistik Hezbollah dan mengisolasi Wilayah Bekaa Barat dari bagian selatan negara itu. “Ini terlihat seperti dorongan terakhir untuk mengelilingi Nabatieh, menghancurkan garis pertahanan kedua dan ketiga Hezbollah,” ujarnya.

Meski sedang berlangsung pembicaraan damai di Washington yang difasilitasi AS, Israel terus mengeluarkan perintah evakuasi paksa bagi warga di setidaknya 10 desa di Lebanon selatan. Peringatan dari juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, tegas: “Siapa pun yang tetap tinggal berisiko terbunuh.”

Pembicaraan damai antara Lebanon dan Israel—yang pertama kali terjadi dalam beberapa dekade—berlangsung di tengah pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata yang seharusnya berlaku sejak pertengahan April. Israel membela serangannya dengan alasan memerangi Hezbollah, yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional.

Pada Jumat lalu, setidaknya 14 warga sipil tewas dalam serangan udara Israel di selatan Lebanon. Sementara itu, pemerintah Lebanon berupaya melemahkan kekuatan Hezbollah, namun tugas ini dianggap hampir mustahil mengingat akar sosial dan politik kelompok itu yang sangat dalam di masyarakat.

Presiden Lebanon Joseph Aoun, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Nawaf Salam, menekankan perlunya percepatan upaya mengakhiri perang yang telah memicu krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern Lebanon. Aoun juga berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, menegaskan pentingnya Israel menghormati gencatan senjata yang sudah ada.

Pembicaraan berikutnya dijadwalkan minggu depan di Washington, sementara ribuan keluarga Lebanon terus hidup di tenda darurat, taman umum, atau bahkan di dalam mobil mereka—sebagian sudah mengungsi sejak 2023, tanpa tanda-tanda akhir dari penderitaan ini.

Previous articleBahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu Viral ‘MBG’
Next articleTim Film Pesta Babi Hormati Laporan Mama Yasinta ke Polisi
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik