Home Berita Internasional Israel Lanjutkan Serangan ke Lebanon Meski AS-Iran Sepakat Damai

Israel Lanjutkan Serangan ke Lebanon Meski AS-Iran Sepakat Damai

Sumbawanews.com,- Meski Amerika Serikat dan Iran baru saja menandatangani kesepakatan historis untuk menghentikan konflik regional, Israel tetap melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Lebanon pada Jumat (19/6). Serangan yang melibatkan rudal dan pesawat tempur itu memicu ledakan besar di kawasan Tyre dan Nabatieh, menghancurkan rumah-rumah warga, mematikan infrastruktur sipil, dan memaksa penduduk lokal berlindung di reruntuhan.

Gambar-gambar dari lokasi serangan menunjukkan asap tebal membumbung dari bangunan yang luluh lantak, sementara petugas sipil Lebanon—dari unit Civil Defense—berjibaku menyelamatkan korban dan memadamkan api di tengah puing-puing. Di Qlaileh, seorang wanita tua bernama Khadija Amara ditemukan duduk di tengah puing rumahnya, mengisi jerigen air sambil menatap kosong reruntuhan yang dulu menjadi tempat tinggalnya. Di Nabatieh, seorang petugas pemadam kebakaran, Ali Jaber, berdiri termenung di tepi lubang besar akibat bom, tangan memegang bendera Lebanon yang tergolek di antara puing.

Kesepakatan damai antara AS dan Iran, yang disepakati setelah negosiasi intensif di Geneva, memang dianggap sebagai lompatan besar dalam menenangkan ketegangan di Timur Tengah. Namun, Israel—yang tidak dilibatkan dalam pembicaraan—menegaskan bahwa ancaman dari Hezbollah, yang dianggap sebagai sayap militer Iran di Lebanon, tetap nyata dan tidak bisa ditunda penanganannya. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang sejak lama menolak setiap upaya damai yang melibatkan Iran, kembali menegaskan bahwa “keamanan Israel tidak bisa disandarkan pada perjanjian yang tidak melibatkan kami.”

Pemerintah Lebanon, yang sudah lelah dengan siklus kekerasan berulang, mengutuk serangan itu sebagai “pelanggaran kedaulatan yang tak bisa diterima.” Sementara itu, warga sipil di selatan Lebanon terus mengungsi, sementara rumah sakit dan pusat kesehatan darurat kewalahan menangani korban luka. PBB memperingatkan bahwa eskalasi ini bisa menggagalkan seluruh kemajuan diplomasi yang baru saja dicapai.

Dalam konteks ini, serangan Israel bukan sekadar respons militer—ia adalah sinyal politik: bahwa di Timur Tengah, perang tidak selalu berakhir dengan tanda tangan di atas kertas, tapi seringkali berlangsung di atas reruntuhan yang masih panas.

Previous articleRatu Victoria: Awal Era Kekuasaan Terpanjang Inggris
Next articleDPR Sepakat Bebaskan 18 Mahasiswa dan Tindak Lanjuti Tuntutan Aksi
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.