Home Berita Internasional Ratu Victoria: Awal Era Kekuasaan Terpanjang Inggris

Ratu Victoria: Awal Era Kekuasaan Terpanjang Inggris

Sumbawanews.com,- 20 Juni 1837, London menjadi saksi peralihan takhta yang mengubah arah sejarah dunia. Pada usia 18 tahun, Victoria, putri tunggal Duke of Kent, secara resmi naik takhta sebagai Ratu Britania Raya setelah kematian pamannya, Raja William IV, yang meninggal tanpa ahli waris sah. Peristiwa ini bukan sekadar pergantian monarki—ia menjadi pintu masuk bagi sebuah zaman yang dikenal sebagai Era Victoria, periode pemerintahan terpanjang dalam sejarah monarki Inggris hingga saat ini, berlangsung selama 63 tahun.

Di bawah kepemimpinannya, Inggris bertransformasi dari sebuah kerajaan Eropa menjadi imperium global yang luasnya mencakup seperempat permukaan Bumi. Dijuluki “kerajaan tempat matahari tidak pernah terbenam,” kekuasaan Britania membentang dari India hingga Karibia, dari Afrika Selatan hingga Kanada. Namun, kejayaan imperium ini tidak berdiri sendiri. Ia dipadukan dengan Revolusi Industri yang sedang meledak—mesin uap, rel kereta api, dan telegraf menjadi tulang punggung kemajuan ekonomi dan militer. Inggris bukan hanya memerintah, tetapi juga menciptakan dunia modern.

Era ini juga menjadi masa keemasan budaya. Sastra Inggris melahirkan tokoh-tokoh abadi seperti Charles Dickens yang menggambarkan penderitaan kelas pekerja, Charlotte Brontë yang menantang norma gender, dan Oscar Wilde yang mengguncang moralitas aristokrasi. Arsitektur Gotik Bangkit kembali, melahirkan bangunan ikonik seperti Gedung Parlemen dan Istana Buckingham yang kita kenal hari ini. Di tengah kemajuan teknologi, masyarakat pun berubah: gerakan buruh mulai bangkit, undang-undang perlindungan anak dan pekerja diperkenalkan, dan sistem pendidikan nasional mulai dibangun.

Kehidupan pribadi Ratu Victoria turut membentuk citra moral bangsa. Pernikahannya dengan Pangeran Albert dianggap sebagai simbol kesetiaan dan keluarga ideal. Kematian Albert pada 1861 membuatnya memasuki masa berkabung panjang, namun justru memperkuat citranya sebagai sosok yang teguh, berbudi luhur, dan penuh dedikasi. Ia menjadi ibu negara sekaligus simbol kestabilan di tengah pergolakan sosial dan politik.

Victoria wafat pada 22 Januari 1901, meninggalkan warisan yang tak tergantikan: sebuah kerajaan yang kuat secara ekonomi, dominan secara politik, dan berpengaruh secara budaya. Di bawah pemerintahannya, Inggris bukan hanya memimpin dunia—ia membentuknya. Jejaknya masih terasa dalam sistem hukum, bahasa, pendidikan, dan bahkan struktur pemerintahan di banyak negara bekas jajahannya. Era Victoria bukan sekadar masa lalu—ia adalah fondasi dari dunia modern yang kita tinggali hari ini.

Previous articleIndonesia Tetap Bertahan di Kelas Pasar Berkembang
Next articleIsrael Lanjutkan Serangan ke Lebanon Meski AS-Iran Sepakat Damai
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.