Sumbawanews.com,- Teheran membantah tegas laporan yang menyebut Iran telah menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz, menyusul klaim jurnalis Israel Barak Ravid. Pemerintah Iran menegaskan tidak ada perubahan kebijakan terkait akses maritim di jalur strategis itu, dan semua laporan tentang kesepakatan tersebut dinilai sebagai berita palsu. Fars News mengutip sumber dekat tim negosiasi nuklir Iran yang menegaskan, “Republik Islam Iran tidak mencapai kesepakatan apapun untuk membuka kembali Selat Hormuz.” Sumber militer Iran juga menegaskan bahwa lalu lintas kapal di selat itu tetap dikendalikan sepenuhnya oleh Angkatan Laut IRGC, dan hanya boleh dilalui setelah mendapat izin transit. “Selama aksi permusuhan dan kejahatan oleh Amerika Serikat berlanjut, Selat Hormuz akan tetap ditutup,” tegas sumber militer itu, menambahkan bahwa rute alternatif di luar kendali Iran dianggap tidak aman dan berisiko tinggi mengalami insiden.















