Home Berita Olah Raga Iran Gagal Manfaatkan Keunggulan Numerik Lawan

Iran Gagal Manfaatkan Keunggulan Numerik Lawan

Sumbawanews.com,- Los Angeles — Nasib buruk terus menghantui Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Meski unggul jumlah pemain selama hampir setengah jam, tim asuhan Amir Ghalenoei gagal memecah kebuntuan melawan Belgia, yang bermain dengan 10 orang setelah Nathan Ngoy mendapat kartu merah. Hasil akhir 0-0 membuat kedua tim sama-sama mengumpulkan dua poin, tapi kekecewaan jelas lebih terasa di kubu Team Melli.

Pertandingan di Los Angeles Stadium berlangsung sengit sejak menit pertama. Belgia, yang tampil lebih agresif, menguasai bola dan menciptakan beberapa peluang, namun kiper Alireza Beiranvand tampil luar biasa, menepis serangan demi serangan dengan refleks tajam. Di sisi lain, Iran bermain disiplin, menunggu momen untuk memanfaatkan serangan balik.

Keberuntungan sempat berpihak pada Iran pada menit ke-25. Mehdi Taremi menyambut umpan datar dari tendangan bebas Ehsan Hajsafi, lalu melepaskan tembakan akurat ke pojok gawang. Sorak-sorai penonton dan para pemain Iran pun meledak. Tapi kegembiraan itu hanya bertahan beberapa detik. VAR mengonfirmasi bahwa Taremi berada dalam posisi offside saat bola dilepaskan — gol dianulir, dan suasana berubah menjadi hening.

Babak pertama berakhir tanpa gol. Belgia terus mendesak, tapi pertahanan Iran yang rapat dan kompak mampu menahan tekanan. Di babak kedua, kejadian menentukan terjadi pada menit ke-67. Nathan Ngoy, bek Belgia, menarik jatuh Taremi dari belakang dalam satu aksi yang jelas melanggar peraturan. Wasit Dario Herrera langsung mengangkat kartu merah, membuat Belgia harus bertahan dengan 10 pemain selama 23 menit tersisa.

Iran, yang sebelumnya terkesan pasif, kini memiliki peluang emas untuk memenangi pertandingan. Mereka menggempur pertahanan Belgia dengan serangan berulang, membanjiri area kotak penalti. Tapi sayang, akurasi akhir menjadi masalah besar. Umpan-umpan terakhir seringkali terlalu terburu-buru, atau tendangan pemain depan malah melebar. Belgia, meski kekurangan tenaga, bertahan dengan disiplin tinggi, bahkan sempat nyaris mencetak counter goal lewat Romelu Lukaku yang gagal mengontrol bola dengan baik.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0. Hasil ini menjadi hasil seri kedua Iran di grup G, menyamai Belgia di puncak klasemen sementara. Namun, bagi Iran, ini bukan sekadar poin. Ini adalah peluang yang terlepas — gol yang dianulir, dan kesempatan emas saat lawan kekurangan satu pemain yang tak mampu dimanfaatkan.

Pelatih Ghalenoei tampak kecewa usai laga. “Kami pantas menang. Kami punya kesempatan, bahkan dengan keunggulan jumlah. Tapi sepak bola kadang tak adil,” ujarnya dengan nada berat.

Sementara itu, pelatih Belgia, Domenico Tedesco, mengakui keberuntungan mereka. “Kami tidak bermain bagus, tapi kami bertahan seperti prajurit. Ini poin yang berharga, meski bukan cara yang kami inginkan.”

Dengan hasil ini, Iran dan Belgia sama-sama menatap laga penentu melawan New Zealand dan Egypt, masing-masing. Tapi bagi Iran, pertandingan ini bukan hanya soal poin — ini adalah pelajaran pahit tentang bagaimana mengeksekusi peluang, bahkan ketika nasib tampak berpihak.

Previous articleSiswi Nias Utara Kirim Surat Cinta untuk Presiden Prabowo
Next articleIran dan AS Rampungkan Draf Longgarkan Ekspor Minyak
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik