Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa Iran dan Oman akan bekerja sama mengelola Selat Hormuz secara bersama, berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional. Dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran IRIB, Araghchi menegaskan bahwa kedua negara—sebagai pihak yang berbatasan langsung dengan jalur maritim strategis ini—memiliki “hak alami” untuk menentukan kebijakan pengelolaan dan keamanan lalu lintas kapal di wilayah tersebut.
Ia menekankan bahwa meskipun Iran terbuka untuk berdialog dengan negara-negara Teluk mengenai perkembangan terkini di Selat Hormuz, keputusan akhir mengenai pengelolaan selat tetap berada di tangan Teheran dan Muscat. Tujuan utama kerja sama ini, menurut Araghchi, adalah menjamin keamanan dan kelancaran navigasi bagi semua kapal, tanpa diskriminasi, sesuai Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Araghchi juga menyatakan bahwa arahan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, terus diimplementasikan secara tepat waktu, dan bahwa terdapat konsensus nasional yang kuat di dalam negeri terhadap kebijakan luar negeri yang diambil. Ia menambahkan, urusan negara berjalan stabil dan terarah, menunjukkan soliditas kelembagaan di tengah tekanan geopolitik global.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, dengan sejumlah negara Barat dan sekutunya meningkatkan kehadiran militer di sekitar selat. Sementara itu, negara-negara seperti Jepang dan Australia terus mendesak Iran untuk menjamin keamanan jalur perdagangan minyak yang menjadi tulang punggung ekonomi global. Namun, dengan pendekatan bilateral yang ditegaskan oleh Iran dan Oman, Teheran berupaya memperkuat legitimasi hukum atas perannya sebagai penjaga utama selat, sekaligus menghindari keterlibatan kekuatan eksternal.
Kerja sama ini juga mencerminkan pergeseran diplomasi strategis di Timur Tengah, di mana Oman—yang selama ini dikenal sebagai mediator netral—kini semakin berperan aktif dalam menjaga stabilitas maritim, sekaligus memperkuat hubungan dengan Teheran di tengah isolasi diplomatik Iran akibat sanksi internasional.

















