Sumbawanews.com,- Keanggotaan Indonesia di BRICS didorong dimanfaatkan untuk mendorong tindakan konkret dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan di Palestina, menjelang KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India. PP Hima Persis menilai forum negara-negara Global South ini memiliki posisi strategis untuk memperjuangkan perdamaian, perlindungan warga sipil, dan penegakan hukum internasional. Ketua Umum PP Hima Persis Sholahudin Hasan menekankan bahwa keanggotaan Indonesia tidak boleh berhenti pada prestise diplomatik, melainkan harus diwujudkan dalam upaya nyata memastikan Palestina memperoleh keadilan dan hak-haknya sebagai bangsa. Ia menegaskan, isu Palestina bukan sekadar persoalan geopolitik, melainkan ujian terhadap kredibilitas hukum internasional dan komitmen BRICS sebagai kekuatan Global South.
Sholahudin menyarankan Indonesia membawa sejumlah agenda spesifik ke dalam pembahasan BRICS, termasuk penolakan terhadap pemindahan paksa rakyat Palestina, penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, serta mekanisme bantuan dan rekonstruksi. Ia menekankan bahwa pendekatan ini tetap selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia, yang bukan berarti netral pasif, melainkan aktif memperjuangkan kepentingan nasional dan keadilan global. Ia juga menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang penguatan kapasitas kolektif Global South dan reformasi institusi internasional membuka ruang bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih besar di BRICS, bukan hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam isu kemanusiaan dan keadilan internasional.















