Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Putri Indonesia U-20 Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, dan pelatih Putri Nusantara, Takumi Taniguchi, menyatakan bahwa generasi muda putri Indonesia memiliki peluang nyata untuk tampil di Piala Dunia Wanita 2031 dan 2035, asalkan proses pembinaan berkelanjutan dan kompetisi berjenjang terus diperkuat. Keduanya menyampaikan pandangan itu dalam konferensi pers menjelang laga semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 antara Garuda Pertiwi melawan Yordania pada Kamis, 20 Agustus. Dengan tiga edisi Piala Dunia Wanita mendatang—2027 di Brasil, 2031 di Kosta Rika, Jamaika, Meksiko, dan Amerika Serikat, serta 2035 di Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales—para pelatih menekankan bahwa masa kini adalah titik awal yang krusial.
Timo Scheunemann, pelatih berdarah Jerman, menyerukan ambisi setinggi langit bagi para pemain muda. “Generasi ini ambisinya harus lebih. Ambisinya setinggi langit, Piala Dunia. Jadi enggak bisa dalam setahun dua tahun, enggak bisa. Tapi kita bisa memulai dan kita sudah memulai,” ujarnya. Ia menilai kolaborasi antara PSSI dan Djarum sebagai fondasi tepat dalam membangun ekosistem sepak bola putri, mulai dari usia delapan hingga delapan belas tahun, bahkan hingga ke jenjang Campus League yang kini sudah berjalan. Ia juga mengajak para orang tua untuk mendukung anak perempuan mereka bermain bola, karena level kompetisi sudah mencapai tahap nasional dan antarkampus.
Senada, Takumi Taniguchi menegaskan bahwa keberlanjutan kompetisi harian jauh lebih menentukan daripada periode latihan tim nasional saja. “Keseharian di luar periode aktivitas tim nasional menjadi jauh lebih penting,” katanya. Ia mencontohkan perkembangan liga putri di Indonesia seperti MilkLife Soccer, HydroPlus Soccer League, dan rencana hadirnya liga senior wanita sebagai indikator positif. “Ketika lingkungan sehari-hari ini menjadi kompetitif, saya rasa akan lahir pemain-pemain dengan level tinggi yang mampu bersaing di tingkat dunia.”
Keduanya sepakat: jalan menuju Piala Dunia bukanlah mimpi jauh, tapi hasil dari sistem yang konsisten, kolaborasi strategis, dan dukungan sosial yang tak boleh berhenti di tengah jalan.















