Sumbawanews.com,- Tim ilmuwan berhasil mengawetkan ginjal babi selama berhari-hari dengan mendinginkannya hingga -4°C tanpa membentuk kristal es yang merusak jaringan. Penemuan ini membuka peluang baru untuk memperpanjang masa penyimpanan organ donor, yang sebelumnya hanya bertahan beberapa jam dalam suhu es biasa. Ginjal yang disimpan dengan metode ini kemudian berhasil ditransplantasikan kembali ke tubuh babi dan menunjukkan kondisi lebih baik dibandingkan yang disimpan secara konvensional. Metode ini tidak memerlukan cairan krioprotektan, berbeda dengan pendekatan kriopreservasi yang masih belum berhasil diterapkan pada organ manusia.
Penelitian ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya mengatasi tantangan utama transplantasi organ: keterbatasan waktu penyimpanan. Selama ini, organ seperti ginjal hanya bisa disimpan selama 24 jam menggunakan mesin perfusi yang mensimulasikan aliran darah. Kini, pendekatan pendinginan ekstrem tanpa pembekuan kristal es menawarkan alternatif yang lebih lama dan lebih aman. Para peneliti juga terus menguji campuran bahan kimia untuk memungkinkan penyimpanan pada suhu lebih rendah dan durasi lebih panjang.
Metode lain yang sedang dikembangkan melibatkan mesin perfusi untuk menjaga nutrisi dan fungsi organ di luar tubuh, yang sudah digunakan selama satu dekade terakhir untuk hati dan ginjal. Teknologi ini kini mulai diadaptasi untuk organ lain, termasuk bola mata dan rahim. Meski belum ada keberhasilan kriopreservasi pada organ manusia, eksperimen pada ginjal babi—yang ukurannya serupa dengan manusia—menjadi langkah penting menuju masa depan di mana organ donor bisa disimpan selama berminggu-minggu, memungkinkan pencocokan yang lebih akurat dan distribusi yang lebih luas.















