Home Berita Nasional Ibu Pengamen dan Anaknya yang Menyanyi di Tengah Susah

Ibu Pengamen dan Anaknya yang Menyanyi di Tengah Susah

Sumbawanews.com,- Di sebuah rumah berukuran 10 x 4 meter di Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, hidup Siti Uswattun Khasanah, seorang ibu yang setiap malam membawa dua anaknya mengamen di sepanjang Jalan Raya Cipayung, Depok. Video mereka yang viral bukan sekadar tampilan musik jalanan—tapi kisah keteguhan seorang ibu yang memilih bernyanyi, bukan menyerah.

Siti, 26, bukan pengamen baru. Dulu ia pernah menjadi badut keliling, kini ia berubah jadi musisi jalanan dengan gitar di tangan dan suara yang tulus. Semua itu dilakukannya bukan karena hobi, tapi kebutuhan. Suaminya, Ardiansyah, tak lagi bisa bekerja normal setelah mengalami kecelakaan kerja saat menjadi karyawan online shop. Dengan penghasilan harian sekitar Rp100 ribu dari hasil mengamen, keluarga ini bertahan—membayar listrik, beli beras, dan membiayai sekolah tiga anaknya.

Yang paling mencuri perhatian adalah Novi, anak pertama Siti yang masih duduk di kelas V SD. Setiap sore, setelah pulang sekolah, Novi langsung bergabung dengan ibunya. Ia tak hanya menemani—ia menggendong adiknya yang berusia dua tahun, Arfina, sambil bernyanyi bersama. Tidak ada keluhan. Tidak ada rasa malu. Hanya senyum kecil dan suara lirih yang menyatu dengan alunan gitar.

“Dia bilang, kalau jalannya pakai ikhlas, nggak bakal capek,” kata Siti, menirukan ucapan putrinya.

Novi, meski baru berusia 11 tahun, sudah memahami arti pengorbanan. Ia tak pernah meminta mainan atau jajan berlebihan. Cita-citanya sederhana: “Bahagiain bunda sama ayah doang.” Di sekolah, ia justru masuk dalam 10 besar nilai terbaik—prestasi yang ia raih meski harus pulang larut malam, lelah, dan penuh debu jalan.

Siti bercita-cita suatu hari nanti bisa berhenti mengamen. Ia ingin punya usaha kecil—mungkin warung makan atau jualan kue—agar anak-anaknya bisa fokus belajar tanpa harus ikut berkeliling ruko demi ruko. “Saya nggak mau mereka tumbuh dengan pikiran bahwa hidup cuma bisa diambil dari uang receh orang lewat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kehidupan mereka tak pernah terlihat di media sosial sebagai drama inspiratif. Tapi ketika video mereka viral, tim Kementerian Sosial datang. Bantuan pun mulai mengalir—bukan sebagai belas kasihan, tapi sebagai pengakuan bahwa di tengah kesulitan, ada kekuatan yang tak terukur: cinta, keikhlasan, dan keteguhan seorang ibu yang memilih untuk tetap bernyanyi, meski dunia terasa berat.

Di tengah hiruk-pikuk kota yang sibuk mencari keajaiban, justru keajaiban itu hadir di antara nada-nada sederhana, di antara tawa kecil seorang anak yang menggendong adiknya sambil menyanyi, dan di antara doa seorang ibu yang tak pernah menyerah—meski hanya punya gitar, suara, dan harapan.

Previous articleLuciano Guaycochea Bidik Rekor Gol Baru bersama Persib
Next articleYamal Nyalaikan Serangan Spanyol
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik