Sumbawanews.com,- Hull City mengukir sejarah dengan mengalahkan Manchester United 2-0 di MKM Stadium pada matchday pertama Premier League, Sabtu (22/8/2026). Tim promosi yang musim lalu menjadi keempat paling banyak kebobolan di Championship dengan 66 gol itu sukses meraih kemenangan perdana atas Setan Merah di ajang liga tertinggi Inggris, sekaligus mencatatkan clean sheet pertama mereka di Premier League. Semi Ajayi membuka keunggulan pada menit ke-17, diikuti gol Nobel Mendy di menit ke-38. Manchester United melepaskan 20 tembakan—enam di antaranya mengarah ke gawang—namun lini belakang Hull City tampil solid dan tak tertembus.
Kemenangan ini menjadi momen monumental bagi Hull City, yang sebelumnya belum pernah menang atas MU dalam sejarah pertemuan di Premier League. Performa bertahan yang disiplin dan efektif menjadi kunci utama kemenangan, terutama setelah MU gagal memanfaatkan peluang berulang kali di kotak penalti. Legenda Manchester United, Wayne Rooney, memuji ketangguhan tuan rumah. “Hull bertahan dengan baik di babak kedua. Mereka terlihat kuat, tangguh. United tidak memperhatikan pergerakan bola, dan Hull mengalahkan mereka di kedua kotak penalti. Itu yang membuat mereka menang,” ujar Rooney, dilansir BBC.
Pencapaian ini semakin mengejutkan mengingat musim lalu Hull City kerap menjadi sasaran serangan, dengan 66 gol yang bersarang di gawang mereka di Championship. Kini, mereka justru menjadi tim pertama yang mampu mengunci gawang MU tanpa kebobolan dalam laga Premier League. Kemenangan ini tidak hanya mengangkat moral tim, tetapi juga memperlihatkan transformasi taktis yang drastis di bawah manajemen baru.
Sementara itu, Manchester United tercatat mengalami sejarah buruk: kekalahan pertama mereka di pembukaan Premier League sejak 2018, sekaligus kekalahan pertama dari tim promosi sejak 2012. Pelatih interim Carrick mengaku tak panik, menyebut ini “hanya satu pertandingan.” Namun, kekalahan ini memperdalam kekhawatiran atas kelemahan Setan Merah dalam menghadapi bola mati dan ketidakmampuan membaca pergerakan lawan di area berbahaya.















