Sumbawanews.com,- Di tengah hamparan pasir ekstrem di Kabupaten Makit, Xinjiang, China, gurun Taklimakan—yang selama berabad-abad dikenal sebagai “Laut Kematian”—berhasil memanen 976 ton gandum dari lahan seluas 93 hektare. Keberhasilan ini diraih berkat varietas gandum hibrida Jingmai 189 yang dikembangkan Akademi Ilmu Pertanian dan Kehutanan Beijing, setelah sembilan tahun penelitian. Petani Wang Yufeng, mantan pedagang pakaian, menginvestasikan lebih dari 2 juta yuan untuk menanam benih tahan kekeringan dan salin-alkali ini di daerah yang curah hujannya kurang dari 100 milimeter per tahun, dengan tingkat penguapan melebihi 2.000 milimeter. Tanaman ini tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga berperan sebagai penghambat erosi pasir dan penahan angin, membantu mengurangi penggurunan. Sistem perakaran kuatnya mengikat pasir, sementara jerami yang dibenamkan kembali ke tanah perlahan memperbaiki kesuburan. Para ilmuwan menyatakan proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang China untuk mengendalikan desertifikasi dan memperbaiki ekosistem gurun.
Home Berita Internasional Gurun Taklimakan Panen 976 Ton Gandum, Ilmuwan China Ubah Laut Kematian Jadi...















