Sumbawanews.com,- Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kroasia berakhir kontroversial setelah gol penyeimbang Kroasia di menit ke-90+4 dianulir wasit karena pelanggaran offside yang dipicu sentuhan tidak sengaja oleh Igor Matanovic. Laga yang berlangsung di BMO Field, Kanada, pada Jumat (3/7/2026) pagi WIB, berakhir 2-1 untuk Portugal setelah Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan di menit ke-90+4, sebelum Josko Gvardiol menyamakan kedudukan lewat sundulan. Namun, setelah peninjauan VAR dan teknologi chip dalam bola, wasit memutuskan gol tidak sah karena umpan Mario Pasalic terjadi dalam posisi offside—dipicu oleh sentuhan ringan bola pada rambut Matanovic sebelum mengenai pemain Portugal Renato Veiga.
Igor Matanovic, pemain SC Freiburg yang baru saja masuk sebagai pengganti, secara terbuka mengakui bahwa bola sempat menyentuh rambutnya saat umpan silang Ivan Perisic meluncur. Ia mengaku tidak yakin sepenuhnya apakah kontak itu cukup signifikan untuk memengaruhi keputusan, namun mengakui bahwa sistem teknologi di bola memang mendeteksi sentuhan tersebut. “Saya bertanya kepada wasit soal itu. Mereka menunjukkan data chip yang memastikan ada kontak, dan dari situ mereka menentukan offside,” ujar Matanovic usai laga. Keputusan ini menutup harapan Kroasia untuk melaju ke babak 16 besar, meski tim asuhan Roberto Martinez sempat unggul lebih dulu lewat Ivan Perisic sebelum Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan lewat penalti.
Portugal, yang kini melaju menghadapi Spanyol di babak selanjutnya, juga mencatat sejarah baru lewat Ronaldo yang menjadi pemain tertua dalam sejarah Piala Dunia yang tampil di babak gugur, dengan usia 41 tahun. Sementara itu, keputusan wasit yang didukung teknologi canggih memperkuat argumen bahwa sistem VAR dan chip bola kini menjadi penentu akhir dalam keputusan kontroversial—meski tetap memicu perdebatan di kalangan penggemar dan para analis.















