Sumbawanews.com,- Teknologi pengisian daya cepat memang dapat mempercepat degradasi baterai lithium-ion melalui proses lithium plating dan peningkatan suhu, namun sistem manajemen baterai modern dirancang untuk membatasi kerusakan tersebut. Menurut para ilmuwan dari Xi’an Jiaotong University dan University of Oxford, pengisian cepat meningkatkan arus listrik sehingga ion lithium bergerak lebih cepat antara katoda dan anoda, yang berpotensi menyebabkan endapan logam di permukaan anoda jika terlalu ekstrem. Endapan ini dapat mengurangi kapasitas penyimpanan energi dan, dalam kasus langka, memicu risiko keamanan seperti overheating atau thermal runaway. Namun, perangkat elektronik saat ini dilengkapi Battery Management System (BMS) yang secara otomatis menurunkan kecepatan pengisian saat suhu terlalu tinggi, sehingga menjaga integritas baterai. Para ahli menekankan bahwa kebiasaan penggunaan—seperti menghindari pengisian di suhu ekstrem, menjaga kapasitas baterai di rentang 20–80 persen, dan tidak membiarkan perangkat terus terhubung setelah penuh—lebih berpengaruh terhadap umur baterai dibanding pilihan antara pengisian cepat atau normal.















