Home Berita Internasional Erdogan Resmikan Metro Terpanjang Dunia, Istanbul ke Bandara dalam 30 Menit

Erdogan Resmikan Metro Terpanjang Dunia, Istanbul ke Bandara dalam 30 Menit

Sumbawanews.com,- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan jalur metro terpanjang di dunia, menghubungkan pusat Istanbul dengan Bandara Internasional Istanbul dalam waktu hanya 30 menit. Proyek raksasa ini menandai puncak ambisi infrastruktur negara itu, sekaligus mengubah mobilitas bagi 16 juta penduduk metropolitan yang setiap tahun disinggahi hampir 20 juta wisatawan.

Jalur baru sepanjang 22 kilometer yang menghubungkan Halkalı dan Arnavutköy melengkapi rangkaian Gayrettepe–Bandara Istanbul–Halkalı menjadi 69 kilometer dengan 16 stasiun. Dengan kecepatan maksimum 120 km/jam, sistem ini kini menjadi kereta bawah tanah tercepat di Turki dan salah satu koneksi bandara-urban terpanjang secara global. Perjalanan dari Halkalı ke pusat bisnis Gayrettepe, yang sebelumnya terjebak kemacetan berjam-jam, kini dapat ditempuh dalam 57 menit.

Lebih dari sekadar memperpendek waktu tempuh, proyek ini membuka akses langsung bagi 1,5 juta warga di distrik Başakşehir dan Küçükçekmece—daerah yang selama ini terisolasi dari jaringan transportasi utama. Lima stasiun baru—Universitas Ibn Haldun, Kayaşehir, Olimpiyatköy, Stadion Halkalı, dan Halkalı—berubah menjadi simpul strategis yang menyambungkan komunitas pinggiran dengan jantung kota.

Erdogan menegaskan, ini bukan sekadar proyek transportasi, tapi “penenun kota modern.” Jalur ini terintegrasi penuh dengan Marmaray—terowongan bawah laut di Selat Bosporus—kereta cepat nasional, dan jaringan metro lainnya, menciptakan satu sistem transportasi terpadu yang belum pernah ada sebelumnya.

Keberhasilan teknisnya tak kalah mencolok. Untuk pertama kalinya, sistem persinyalan kereta api sepenuhnya dikembangkan dalam negeri oleh Aselsan, perusahaan pertahanan Turki yang menjadi simbol kemandirian teknologi Ankara. Seluruh 25 rangkaian kereta yang beroperasi, 15 di antaranya, berjalan tanpa masinis—sepenuhnya otomatis, dengan kontrol pusat yang memantau pergerakan tiap detik.

Dari sisi ekonomi, pemerintah memperkirakan proyek ini akan menghasilkan manfaat sebesar 935 juta euro (sekitar 1,1 miliar dolar AS) pada 2043, melalui penghematan waktu, penurunan emisi, dan peningkatan produktivitas. Bagi Turki, ini bukan hanya soal memindahkan orang—tapi membangun ulang cara kota hidup, bepergian, dan berkembang.

Dengan proyek ini, Istanbul bukan lagi hanya kota yang menghubungkan dua benua. Ia kini menjadi salah satu metropolitan paling modern di dunia—dengan rel kereta sebagai urat nadi peradabannya.

Previous articleRoy Suryo dan Dokter Tifa Diresmikan ke Kejari Jaksel
Next articleMotor Ojol Diangkut, Berakhir dengan Maaf dan Janji
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik