Sumbawanews.com,- Empat raksasa sepak bola Indonesia—Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Arema FC—bertarung di semifinal Piala Presiden 2026, memicu gelombang antusiasme di seluruh Tanah Air. Laga sengit antara Persib vs Persija mempertemukan dua ikon sepak bola nasional yang jarang bertemu di musim reguler, sementara di sisi lain, derby Jawa Timur antara Persebaya dan Arema FC berakhir dengan kemenangan 1-0 bagi tim asal Surabaya pada Selasa (4/8/2026) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Kemenangan itu mengantarkan Persebaya melaju ke final, sekaligus memastikan trofi juara tetap berada di dalam negeri setelah tahun lalu direbut Port FC dari Thailand.
Pertemuan keempat tim bersejarah ini menjadi sorotan utama, bukan hanya karena gengsi dan rivalitas abadi, tetapi juga karena nilai historisnya. Persib, Persija, dan Persebaya berasal dari era Perserikatan, sementara Arema lahir dari kompetisi Galatama. Menurut pengamat sepak bola Supriyono Prima, kehadiran mereka di babak semifinal adalah bukti bahwa hegemoni klub lokal masih kuat di kancah nasional. “Meski statusnya pramusim, ini adalah tontonan mengesankan. Setiap laga adalah warisan yang hidup,” ujarnya.
Peningkatan hadiah juara dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar turut menambah daya tarik ajang ini. Bagi klub-klub yang masih bergantung pada anggaran terbatas, dana ini bisa menjadi penopang vital menjelang kompetisi utama. Dengan semua semifinalis berasal dari Indonesia, maka hadiah pasti tidak keluar dari tanah air—sebuah kebanggaan yang jarang dirasakan dalam beberapa tahun terakhir.
Di dunia digital, semangat pertandingan juga terasa sangat kuat. Video highlight Persib vs Persija di kanal YouTube Persib mencapai 486 ribu penonton dalam waktu kurang dari 24 jam, sementara akun Persija meraih 31 ribu viewers. Di sisi lain, highlights Persebaya vs Arema yang diunggah oleh akun Persebaya berhasil menarik 55 ribu penonton dalam waktu 14 jam. Potensi pendapatan dari iklan pun menjanjikan: berdasarkan data Social Blade, akun YouTube Persib diperkirakan bisa menghasilkan Rp929 ribu hingga Rp14,8 juta per hari, tergantung tingkat engagement dan jumlah penonton.
Dengan kombinasi rivalitas sejarah, hadiah besar, dan daya tarik digital yang melonjak, Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pramusim—ia telah menjadi panggung besar yang mempertegas kembali kejayaan sepak bola lokal di era modern.















